[SONGFIC] Just One Day

img1410102891724

Title                 : Just One Day

Author            : Chunniest

Genre              : Romance

Length            : Oneshoot

Rating             : G

Cast :

* Min Yoongi / Suga (BTS)

* Lee Junghee

* Seok Jin Ah / Jin (BTS)

* Jung Ho Seok / J-Hope (BTS)

* Park Ji Min / Jimin (BTS)

* Jeon Jeong Guk / Jungkook (BTS)

* Kim Tae Hyung / V (BTS)

* Kim Nam Joon (BTS)

 

Lagu ini bagus banget. Sedikit slow tapi tetap Hiphop. Menurutku di MVnya semua member BTS keren-keren semua. Hadeuh kebanyakan promosi langsung saja ya…. Happy reading.*^▁^*

 

$     $     $     $     $

 

Suga tak melepaskan tatapannya dari layar ponsel miliknya. Terlihat wajah seorang gadis tengah tersenyum di depan kamera seraya menunjukkan semangkuk ice cream coklat dihadapannya. Jemarinya bergerak diatas layar menggeser foto itu keatas dan terlihat tulisan.

 

Today it’s chocolate time!!!

 

Suga mulai sedih mengingat dirinya sudah satu bulan tak melihat senyuman gadis itu secara langsung. Suga menghela nafas memendam kerinduannya.

“Hyung.” Tiba-tiba V merangkul bahu Suga menyadarkannya.

“Apa yang sedang kau lihat hyung?” V mencoba mengintip layar ponsel Suga namun dengan gesit Suga menyembunyikan ponselnya membuat V kesal.

“Ada apa memanggilku?” Tanya Suga mengalihkan pembicaraan.

“Manager hyung bilang acara fansignnya akan segera dimulai.”

“Baiklah. Ayo.” Suga berdiri dan meninggalkan V.

“Hyung sebenarnya apa yang kau lihat?” Seru V mengekor Suga.

“Bukan apa-apa.”

“Aishhh…. Ayolah hyung katakan apa yang kau lihat.” Rengek V.

“Hentikan V. Kau terdengar seperti bayi yang merengek.”

“Aaishhh… Hyung.” V menarik-narik ujung kemeja putih Suga.

“YA!! Ada apa ini?” Tanya Namjoon yang sudah menunggu kedua member itu.

“Suga hyung tak mau memperlihatkanku apa yang dilihatnya hyung.” Adu V.

Tatapan Namjoon beralih ke Suga.

“Wae? Itu kan rahasiaku tentu saja aku tak memperlihatkannya ke bayi ini.”

“YA!! Hyung aku bukan bayi.” Gerutu V.

“Aiishh.. Sudahlah V jangan ganggu Suga. Lebih baik kita pergi sebentar lagi kita akan dipanggil.”

“Ne hyung.” Jawab V lemas lalu mengikuti Namjoon begitupula Suga.

Mereka bertiga bergabung dengan member lainnya untuk bersiap keluar. Tak lama kemudian terdengar suara MC memanggil nama boyband mereka. Dengan sedikit berlari satu persatu member BTS keluar seraya melambai ke arah fans mereka.

“Inilah dia Boyband yang baru saja merilis mini album terbaru mereka. Bagaimana perasaan kalian bertemu dengan para fans kalian?” Sang MCpun mengarahkan micnya ke Namjoon.

“Tentu saja perasaan kami meledak-ledak seperti kembang api saat tahu betapa banyak Army yang berusaha keras untuk bertemu kami. Terimakasih untuk semua Army.”

Namjoon dan yang lainpun menunduk dan seketika para fans berteriak histeris. Terdengar para fans menyeruakkan nama BTS yang menggema diseluruh gedung itu.

“Baiklah sepertinya para fans kalian tidak sabar untuk mendapat tanda tangan dari kalian. Langsung saja acara utama kita.”

Selanjutnya semua member BTS pun memberikan tanda tangan untuk semua fansnya. Semua member tampak senang kecuali Suga yang hanya memberikan senyuman tipis untuk fansnya.

“Siapa namamu?” Tanya Suga seraya menuliskan tanda tangannya.

“Lee Junghee.”

Suga langsung mendongak mendengar nama yang tak asing baginya. Kekagetan tercetak jelas di wajah Suga melihat gadis dihadapannya sama dengan gadis yang ada di layar ponselnya. Bahkan senyuman gadis itupun tak ada bedanya.

“Oppa…” Panggil Junghee melambaikan tangan di depan wajah Suga.

“Ne… Ju… Junghee.”

Junghee menempelkan jari telunjuknya di bibir pinknya lalu mengedipkan mata ke arah Suga.

“Kau membuat marah antrian di belakangku Oppa.”

Junghee mengambil poster Suga dan menjatuhkan sebuah kertas.

“Sampai jumpa Oppa.” Bisik Junghee sebelum meninggalkan tempat itu. Mata Suga terus mengikuti Junghee dan melihat gadis itu melambaikan tangan ke arahnya. Suga tersenyum senang lalu mengambil kertas dari Junghee dan memasukkannya ke dalam saku lalu melanjutkan pekerjaannya kembali. Kali ini Suga tampak lebih bersemangat membuat semua member menatapnya heran.

 

$     $     $     $     $

 

“Huuwaahh… Akhirnya kita bisa beristirahat juga.” Seru Jungkook sesampainya di dorm.

Magnae itupun langsung berlari dan menjatuhkan tubuhnya di sofa berwarna hitam.

“Aiishhh… Itu tempatku Jungkook-ah. Minggir.” Ucap V menyingkirkan tubuh Jungkook hingga terjatuh di lantai.

Dengan senyum senang V merebahkan tubuhnya dan menutup kedua matanya menikmati kenyamanan sofa itu. Sedangkan Jungkook hanya bisa mendengus kesal. Member lainnyapun masuk ke dalam dorm. J-hope, Jimin dan Jin langsung ke kamar mereka masing-masing. Suga duduk di sofa lain dan mengeluarkan kertas yang diberikan Junghee.

Apa kau merindukanku Oppa? Aku yakin jawabannya pasti iya #^_^

Aku juga merindukanmu Oppa karena itu aku selalu rutin mengikuti setiap acara BTS. Apa Oppa tak menyadarinya? Kulihat kau tampak sedih hari ini Oppa? Jika saja aku bisa berada di sisimu aku pasti akan mendengar curhatmu Oppa.

Sudah dulu Oppa lain kali aku akan melihatmu lagi jadi tersenyumlah. Aku selalu menyukai senyumanmu Oppa.

Junghee*^^*

“Surat dari siapa hyung?” Mendengar pertanyaan Jungkook, Suga langsung memasukkan surat itu kembali ke sakunya.

“Bukan dari siapa-siapa.”

“Aiishhh… Hyung kau selalu main rahasia. Cepatlah beritahu kami.” Kali ini giliran V yang juga penasaran.

“Shirreo. Ini rahasiaku.”

V dan Jungkook saling menatap. Pikiran mereka seakan sama dan segera menghampiri Suga bersamaan.

“YA!! Kalian mau apa?” Curiga Suga.

V dan Jungkook langsung mengerubungi hendak merebut kertas di saku Suga namun dengan gigih Duga mempertahankan kertas yang sangat penting untuknya.

“YAA… YAA… Ada apa ini HUH?” Seruan Namjoon menghentikan kedua bocah nakal itu.

Tatapan Namjoon beralih pada Suga yang tampak kewalahan menghadapi kedua dongsaengnya.

“Ini ide V hyung, hyung.” Adu Jungkook langsung mendapat tatapan tajam dari V.

Namjoon hanya menggeleng melihat kedua dongsaengnya.

“Sudahlah lebih baik kalian segera ke kamar besok kita harus bangun pagi. Jangan sampai kalian bangun kesiangan mengerti?”

“Ne hyung.” Jawab V dan Jungkook bersamaan lalu beranjak menju kamar mereka.

Namjoon mengamati V dan Jungkook yang saling melayangkan pukulan mereka seperti anak kecil. Sang leader itupun duduk di samping Suga yang menutup mata kelelahan menghadapi dua monster tadi.

“Apakah surat itu dari Junghee?”

Sug tersenyum tanpa membuka matanya. Dari semua member hanya Namjoon yang mengetahui rahasianya.

“Ne. Apa Junghee mengatakan sesuatu padamu hyung?”

“Ne tadi dia mengatakan sesuatu padaku.”

Suga langsung membuka matanya dan menegakkan tubuhnya.

“Junghee mengatakan apa hyung?” Penasaran Suga.

“Kenapa kau jadi terdengar seperti V?”

“Aaiishhh…. Hyung jangan menyamakanku dengan si rambut orange itu.”

Namjoon tertawa melihat Suga begitu kesal.

“Junghee mengatakan apa hyung?”

“Dia hanya mengatakan padaku agar menjagamu. Dia bilang kau terlihat lebih kurus.”

Kedua sudut bibir Suga melengkung membentuk senyuman.

“Apalagi yang dia katakan hyung?”

Namjoon terlihat berpikir sedangkan Suga menatap leadernya dengan penuh harap.

“Tidak ada.”

“Mwo? Hanya itu?”

“Ne. Hanya itu yang Junghee katakan.”

Suga menghela nafas kecewa.

“Sudahlah. Beristirahatlah besok kita akan berangkat pagi.” Ucap Namjoon meninggalkan Suga.

“Hyung.” Panggil Suga menghentikan langkah Namjoon.

Waeyo?”

“Jam berapa jadwal kita besok?”

“Besok kita akan mengisi acara di Busan jadi kita akan berangkat jam 5 pagi. Pasang alarmmu ne?”

Suga tersenyum membuat Namjoon merasa aneh.

“Ne hyung.”

Meskipun penasaran dengan senyum misterius Suga namun tubuh lelah Namjoon seakan protes meminta beristirahat. Akhirnya leader itupun memutuskan memasuki kamarmya meninggalkan Suga dengan ide di pikirannya.

 

$     $     $     $     $

 

KRRRIINNGG…….

Jam alarm bergambar tengkorak berbunyi membangunkan sang pemilik kamar. Dengan masih mengantuk Namjoon meraba meja nakas di sampingnya meraba jam yang sudah membuat telinganya seakan akan pecah. Setelah berhasil mematikan jam itu Namjoon mendorong tangannya meregangkan otot-otot di seluruh tubuhnya.

Tanpa menunggu lama Namjoon sudah duduk di tepi tempat tidur. Matanya yang sudah mulai terbuka melihat jam sudah menunjukkan jam setengah 6. Namjoon menoleh ke belakang dan melihat Jimin masih meringkuk dalam selimut. Namjoon mengguncangkan teman sekamarnya itu.

“Jimin-ah. Bangunlah kita harus segera bersiap-siap.”

“Ne…”

Dengan mudahnya Jimin segera bangun.

TTOK…. TOKKK…. TOOKK….

Terdengar suara ketukan pintu membuat Namjoon harus membukanya. Pintu terbuka dan tampak Jin berdiri di depan pintu dengan wajah bingungnya.

“Ada apa Jin-ah?”

“Hyung, Suga hyung tidak ada di kamar.”

“Mungkin di kamar Jungkook atau Hoseok.”

“Aku sudah mencari di kamar mereka tidak ada hyung.”

“Bagaimana dengan ruang tamu?”

“Ruang tamu tampak rapi tidak ada seorangpun hyung.”

Mata Namjoon membulat kaget.

“Maksudmu Suga menghilang?”

Jin mengangguk. “Ne. Hyung.”

Namjoon mulai terlihat panik salah satu membernya menghilang. Namjoon segera menelpon manager mereka untuk memberitahu berita gawat ini.

 

$     $     $     $     $

 

“Junghee apa kau akan menonton Music Bank? Hari ini guestnya BTS lho?” Tanya Daehee setelah keluar kelas.

“Tentu saja. Aku ingin melihat Suga.”

“Kalau aku ingin melihat Jin. Dia tampan sekali.” Junghee tersenyum melihat temannya tergila-gila dengan Jin.

Tiba-tiba terdengar ponsel Junghee bergetar dan gadis itu langsung mengeluarkannya dari dalam sakunya. Sebuah pesan muncul di layar ponselnya. Junghee segera membuka pesan itu. Wajah gadis itu tampak terkejut melihat layar ponselnya dipenuhi foto laki-laki mengenakan masker hitam dan kepalanya di tutupi topi dari jaketnya. Meskipun wajahnya tak terlihat namun Junghee tahu siapa laki-laki di balik masker itu. Tatapan Junghee beralih ke arah pesan yang berada di bawah foto itu.

 

Kau pasti tahu di mana aku menunggumu#^_^#

 

Junghee tersenyum membaca pesan itu. Gadis itu menoleh dan melihat Daehee masih berceloteh menceritakan tentang Jin.

“Daehee-ah. Mianhae aku tak bisa pergi menonton music bank bersamamu. Aku harus pergi. Annyeong.” Junghee segera berlari meninggalkan Daehee yang terbengong.

Junghee berlari hingga sampai di sebuah Cafe yang sering dikunjunginya bersama Suga. Gadis itu membuka pintu dan belpun berdenting. Diapun mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang dikenalnya. Kedua sudut bibirnya mengembang membentuk senyuman saat melihat seorang laki-laki mengenakan jaket abu-abu dengan masker hitam tengah memainkan cangkir kopinya. Junghee segera menghampiri Suga dan langsung duduk dihadapannya membuat laki-laki itu terkejut.

“Apa yang Oppa lakukan di sini? Bukankah BTS menjadi guest di Music Bank?” Tanya Junghee setengah berbisik.

“BTS memang akan tampil di sana tapi aku mendapat libur satu hari dari manager hyung.”

“Benarkah?” Tanya Junghee menatap curiga.

Wae? Kau tak percaya padaku?”

“Bagaimana bisa Oppa semudah itu mendapatkan ijin?”

Suga tampak tengah mencari alasan yang tepat. Namun sepertinya sia-sia karena laki-laki itu tak pintar berbohong.

“Aaiishhh… Sudahlah lebih kita menikmati satu hari ini bersama. Kajja.”

Suga langsung menarik tangan Junghee keluar dari Caffe.

 

$     $     $     $     $

 

“Bagaimana Suga bisa kabur HUH?” Teriak sang manager tepat di depan wajah Namjoon yang tertunduk.

“Maafkan aku hyung. Aku tidak tahu Suga akan senekat ini.”

“Jika dia tidak berniat menjadi artis lebih baik dia dikeluarkan saja dari boyband ini.” Murka Manager itu dan berjalan meninggalkan member BTS yang tampak serius.

Sebelum sang manager itu keluar dari dorm, Namjoon berhasil menahan bahunya.

“Kau tidak berhak mengambil kesimpulan seenaknya hyung. Menjadi penyanyi adalah cita-cita Suga, tentu saja niat dia sangat besar. Bahkan dia juga menciptakan lagu untuk BTS. Sangatlah tidak mungkin jika dia tidak memiliki niat sedikitpun menjadi artis. Dia hanya tertekan dengan kesibukan ini. Kau tenang saja hyung aku pasti akan menemukannya.”

Sang manager terdiam seakan beringsut ketakutan melihat tatapan tajam Namjoon. Diapun menyingkirkan tangan Namjoon di bahunya.

“Ba… Baiklah cepat temukan dia. Akan kubatalkan semua jadwal hari ini agar kalian bisa mencarinya.”

Dengan langkah cepat manager itupun meninggalkan dorm itu. Namjoon menghela nafas begitupula member lainnya.

“Jadi… Kemana kita akan mencari Suga hyung?” Tanya Hoseok menunduk lemah.

Namjoon mencoba berpikir tempat mana saja yang akan dituju Suga. Namun ingatan leader itupun tertuju pada seseorang.

“Aku tahu kemana Suga pergi.” Ucap Namjoon membuat member lain menatapnya penuh tanya.

 

$     $     $     $     $

 

Disebuah taman terlihat Suga dan Junghee tengah berjalan bersama. Dibalik maskernya Suga tersenyum senang melihat Junghee asyik dengan permen gula berbentuk bunga. Suga menggenggam tangan Junghee membuat perhatian gadis itu.

“Apa permen itu begitu enak hingga kau melupakanku?”

“Aiisshhh.. Oppa bagaimana bisa kau cemburu hanya karena sebuah permen.”

“Tentu saja. Bukankah kau pacarku seharusnya kau memperhatikanku.”

Junghee tertawa mendengar Suga begitu manja. Tawa gadis itu terhenti saat melihat sebuah tempat yang menarik perhatiannya.

“Oppa.” Panggil Junghee.

Wae?”

Junghee menunjuk tempat yang tadi dilihatnya. Sugapun mengikuti arah yang ditunjuk kekasihnya.

“Apa kau menantangku Lee Junghee?”

Junghee mengangguk penuh semangat.

“Baiklah tapi jangan menangis jika kau kalah ne? Ayo.”

Suga dan Jungheepun berlari menuju tempat yang akan menjadi tempat bermain mereka. Tempat terbuka dengan dua ring yang di kedua sisi lapangan itu adalah tempat tujuan mereka. Junghee berlari mengambil bola basket yang tergeletak dipinggir lapangan. Junghee melemparkan bola itu ke arah Suga dan laki-laki itupun menangkapnya.

“Kau siap Oppa?”

“Tentu saja.”

Suga berlari seraya mendrible bola berwarna orange itu menuju ujung lapangan. Namun dengan gesit Junghee menghalangi Suga. Gadis itu berusaha mengambil bola ditangan Suga. Meskipun sedikit kesulitan tapi akhirnya Junghee berhasil mendapatkan bolanya dan langsung berlari ke sisi lain. Mendekati ring, Jungheepun meloncat dan memasukkan bola itu ke dalam ring.

“Jangan meremehkanku Oppa.”

Suga tertawa tak percaya. “Baiklah aku tidak akan meremehkanmu Junghee-ah.”

Suga mengambil kembali bolanya dan mendrible ke sisi lain. Pertandinngan kembali dimulai. Waktu terus berlalu dan persaingan antara Suga dan Jungheepun semakin sengit. Bahkan mereka tak memperdulikan matahari yang terus membakar keringat mereka.

Tiga puluh menit berlalu pertandinganpun selesai. Tampak Suga merebahkan tubuhnya di atas lapangan. Matanya tertutup dan nafasnyapun tersengal-sengal. Sedangkan tak jauh darinya, Junghee meloncat kegirangan.

“YEEE…. Aku menang Oppa.”

Suga membuka matanya dan tersenyum melihat tingkah Junghee yang kekanak-kanakan itu. Junghee berlari menghampiri Suga. Gadis itu mennduk hingga wajahnya tepat di atas wajah Suga yang masih tiduran.

“Kau harus mentraktirku Oppa. Kau kan kalah.”

“Ne…Ne… aku sudah menyiapkannya untukmu. Ayo. Perutku sudah kelaparan.”

Suga berdiri dan menarik Junghee pergi meninggalkan lapangan.

 

$     $     $     $     $

 

“Kau sudah merencanakan ini Oppa?” Kagum Junghee melihat banyak makanan di meja.

“Ne. Kita jarang sekali bertemu karena itu aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini Junghee-ah.”

Junghee tersenyum menatap Suga. Gadis itu mencondongkan tubuhnya dan mencium pipi Suga,.

Gomawo Oppa.”

Suga yang mendapat ciuman dari Junghee hanya terbengong tak bergerak sedikitpun.

Junghee tertawa melihat reaksi Suga. Namun tawa gadis itu segera terhenti merasakan tangannya digenggam oleh Suga.

“Mungkin kita akan kesulitan untuk bertemu. Tapi aku tak pernah memiliki niat untuk meninggalkanmu Junghee-ah. Karena aku hanya menyukaimu. Bahkan jika aku memiliki sisa satu hari saja, aku hanya ingin menghabiskannya bersamamu, menggenggam tanganmu, bermain basket denganmu, makan bersama dan melakukan segala hal hanya bersamamu. Meskipun satu hari itu sangat sulit di dapatkan tapi aku tidak akan menyerah. Jadi tetaplah berada di sampingku Junghee-ah.”

Hati Junghee begitu tersentuh mendengar ucapan Suga. Gadis itupun menggenggam erat tangan Suga yang berada di tangannya lalu menganggukan kepalanya.

“Tentu aku selalu berada di sampingmu Oppa. Karena aku juga menyukaimu.”

Suga tersenyum senang lalu tangannya terulur menyentuh pipi Junghee. Laki-laki itu mendekatkan wajahnya hingga jarak mereka semakin menipis. Junghee bisa merasakan hembusan nafas Suga di wajahnya.

“WWOOOOOWW!!!!!” Sebuah teriakan merusak suasana itu dan membuat sepasang kekasih itu segera menjauh.

Mata Suga membulat kaget melihat V menatap makanan di meja dengan tatapan kelaparan.

“V?” Panggil Suga namun V begitu tertarik dengan makanan itu dibandingkan panggilan Suga.

V mengulurkan tangannya hendak mengambil sumpit. Namun sebuah pukulan menghentikan niat laki-laki itu.

“YA!! Itu milik Junghee.” Marah Suga.

“Junghee? Siapa?”

Suga menunjuk gadis di sampinya dan V pun baru sadar tujuannya kemari.

“Jadi dia adalah pacarmu hyung? Annyeong Noona.” Panggil V mendekati Junghee.

“Noona…. makanan di meja ini begitu banyak, maukah kau berbagi denganku?” Mohon V dengan wajah imutnya.

Suga mendengus kesal melihat tingkah V. Kebalikannya Jungheepun tersenyum senang.

“Tentu saja anak manis.”

Wajah V langsung berubah cerah mendengar jawaban Junghee, sedangkan Suga terlihat sangat kesal kencannya diganggu.

Gomawo Noona.” Ucap V hendak memeluk Junghee namun segera Suga menarik Junghee ke belakang dan menggantikan posisi Junghee hingga akhirnya V hanya bisa memeluk hyungnya itu.

“Aaisshh… hyung kau mengganggu sekali.” Gerutu V melepaskan pelukannya lalu mengambil sumpit dan mulai mengambil makanan di meja.

“Justru kau yang menggangguku. Darimana kau tahu aku disini? Bukankah kau dan yang lain seharusnya mengisi acara di music bank?”

“Manager hyung membatalkan semua jadwal kita karena kau kabur Suga.” Namjoonpun memasuki ruangan itu diikuti member yang lainnya.

MWO? Jadi kau kabur Oppa?”

Suga melihat Junghee menatapnya marah.

“Bukan seperti itu Junghee-ah.”

“Tentu saja seperti itu hyung. Kau pergi tanpa mengatakan apapun bukankah itu sama saja dengan kabur?”  Sahut Jungkook.

Junghee melipat kedua tangannya di dada dan melayangkan tatapan tajamnya ke arah Suga. Seakan terpojok Sugapun menghela nafas dan tertunduk.

“Baiklah. Aku akui aku memang kabur.”

“Kenapa kau melakukannya Oppa? Kau juga berbohong padakau.”

“Jika aku mengatakan yang sebenarnya kau pasti akan marah seperti saat ini. Aku melakukannya karena aku ingin menghabiskan hari denganmu Junghee-ah.”

Junghee menyentuh kedua bahu Suga membuatnya mendongak.

“Aku juga ingin menghabiskan hari denganmu Oppa. Tapi aku tidak ingin bersikap egois terhadap semua fansmu Oppa. Mereka juga ingin melihat penampilanmu Oppa. Karena aku juga fansmu jadi jangan membuat semua fansmu kecewa Oppa.”

Bibir Suga menyunggingkan senyumannya.

“EEHHEUUMMM…… Ingatlah kami masih berada di sini.” Ucap Jin sengaja terbatuk.

“Jadi masalah sudah selesai? Saatnya berpesta.” Seru Jungkook segera menyerbu makanan begitupula yang lain merekapun mulai mengadakan pesta bersama.

 

Just for one day, if only you and I could be together.

Just for one day, if only you and I could hold hands.

Just for one day, if only you and I could be together.

Just for one day (one day) If only you and I could be together.

Can you please stay with me?

~~~THE END~~~

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s