(FICLET) 8 Apple (MyungBi Couple)

on

8-apple

Jungleelovely @ Poster Channel

Title : 8 Apple

Author : Chunniesthttps://fandreamstory.wordpress.com/

Genre : Romance

Lenght : Ficlet

Cast :

* Kim Myungsoo (INFINITE)

*Lee Yoobi

*Kim Jieun (Myungsoo’s mom)

FF ini adalah hadiahku untuk merayakan hubungan anakku yang ada di Line yang sudah menginjak 8 bulan. Semoga hubungan kalian langgeng ya….. Cium sayang untuk Myung dan Yoobi

Semoga readersdeul menyukai cerita yang kubuat kilat ini(dalam beberapa jam).

Happy reading^-^

DON’T BE A SILENT READERS!!!!!

*   *   *   *   *

Hhhuuuhhh…….

Untuk kesekian kalinya Myungsoo menghela nafas seraya menatap benda berbentuk kotak kecil di tangannya. Jemarinya terus menari di atas layar ponsel itu. Tak jarang laki-laki berambut hitam itu menggelengkan kepalanya saat tak menemukan apa yang diinginkannya.

Seorang wanita meletakkan sepiring buah apel yang sudah dipotongi kecil-kecil. Wanita bernama Kim Jieun itu mengamati putranya yang sama sekali tidak tertarik dengan buah kesukaannya. Jieun mengambil tempat duduk dihadapan Myungsoo lalu menatap putranya yang sibuk dengan ponselnya.

“Myung-ah.”

Panggilan kesayangan itu keluar dari bibir Jieun.

“Ne. Eomma?” Myungsoo menjawab tanpa mengalihkan tatapannya dari ponselnya.

“Apa ponsel itu lebih menarik dari buah kesukaanmu?”

Mendengar ‘buah kesayangan’ Myungsoopun melihat apel yang sudah diiris membentuk seperti kapal. Laki-laki itupun mendongak menatap ibunya yang masih terlihat cantik diusianya yang hampir menginjak kepala tiga.

“Eomma.” Dengan manja Myungsoo menatap ibunya.

“Ada apa Myung-ah? Apa yang terjadi eoh?”

“Aku bingung eomma.”

“Bingung kenapa? Soal Yoobi.”

Dengan imutnya Myungsoo mengangguk membuat Jieun gemas melihat putra kesayangannya itu.

“Ceritakanlah ada apa?”

“Besok tepat 8 bulan kami berpacaran eomma dan aku bingung ingin memberikan hadiah apa. Bagaimana ini eomma?” Tanya Myungsoo dengan aegyonya.

tumblr_mrd29uCPQV1r2g287o4_250

“Hadiah? Bukankah biasanya laki-laki akan memberikan bunga, coklat atau boneka?”

Myungsoo menggeleng.

“Itu terlalu biasa eomma. Aku ingin memberikan sesuatu yang spesial yang belum pernah diberikan oleh orang lain.”

Jieun memasang wajahnya yang sedang berpikir. Tiba-tiba wanita itu berdiri dan menghampiri lemari es. Mata Myungsoopun mengikuti gerak gerik ibunya yang sedang mengambil sebuah apel dari dalam kulkas. Jieun kembali duduk dan meletakkan apel merah diatas meja.

“Bagaimana dengan apel?”

Myungsoo menatap apel itu dengan ekspresi kebingungan.

“Apel?” Heran Myungsoo.

“Ne.”

“Tapi kenapa apel? Aku rasa tidak ada hal spesial dari benda ini.” Myungsoo mengambil apel itu dan mengamatinya.

“Jangan salah dengan benda kecil ini. Dulu appamu juga memberikan apel untuk eomma.”

Myungsoo menoleh memandang ibunya.

“Appamu mengatakan jika apel itu melambangkan cinta kami. Perjalanan cinta yang tidak mulus dilambangkan dengan kulit apel yang sepat ini namun didalam kulit ini ada daging manis yang dapat kita rasakan setelah kita menempuh kesulitan itu. Itulah yang appamu katakan pada eomma.”

Wajah Myungsoo terbengong menatap ibunya. Jieun tersenyum melihat wajah putranya yang lucu.

“Myung-ah.” Jieun melambaikan tangan di depan wajah Myungsoo.

“Daebak…. Ternyata appa sangat romantis.”

“Tentu saja.”

“Aku sudah mendapat ide eomma. Aku pergi dulu.”

Myungsoo berdiri dan meninggalkan ruang makan. Jieun menghela nafas melihat irisan apel yang masih utuh tidak disentuh Myungsoo sama sekali.

“Hhuuuhh…. Padahal aku sudah memotongkan untuknya.” Gerutu Jieun.

Tiba-tiba Myungsoo kembali masuk dan mengambil dua potongan apel yang langsung masuk ke dalam mulutnya. Tak lupa Myungsoo mencium pipi ibunya.

“Aku sayang eomma.” Ucap Myungsoo dengan mulut yang penuh dengan apel.

Jieun hanya bisa menggeleng melihat kepergian putranya.

*   *   *   *   *

“YA!! Myungsoo-ah. Kau ingin mencari hadiah apa berbelanja? Bukankah kau ingin mencari hadiah untuk Yoobi?” Bingung Seungyeol berjalan mengelilingi pasar.

“Aku memang ingin mencari hadiah untuk Yoobi. Dan hadiah itu ada di sini.”

Myungsoo menoleh ke sana kemari mencari barang yang ingin dibelinya. Senyumnya mengembang melihat benda yang dicarinya dari kejauhan.

“Aku jadi penasaran hadiah apa yang kau cari?”

Seungyeolpun mengikuti Myungsoo menuju toko yang menjual buah-buahan. Sesampainya di depan toko Myungsoo langsung menyambar apel mereh.

“Apel? Hadiah itu adalah apel?” Heran Seungyeol.

Myungsoo menoleh kearah sahabatnya itu dan mengangguk. “Ne. Hadiahku adalah apel. Dan kau akan membantuku menghiasnya.”

“Tapi kenapa harus apel?”

“Nanti akan kujelaskan padamu.”

Myungsoopun akhirnya membeli beberapa apel dan langsung membayarnya.

*   *   *   *   *

Dapur yang awalnya bersih dan rapi sekarang menjadi berantakan karena ulah Myungsoo dan Seungyeol. Serpihan-serpihan apel bertebaran kemana-mana saat mereka mengukir apel itu. Jieun yang berdiri diambang pintu hanya tersenyum melihat keseriusan putranya.

“Kau pasti akan menyukai hadiah yang diberikannya Yoobi.” Gumam Jieun.

Myungsoo dan Seungyeol terus melanjutkan pekerjaan mereka tanpa menyadari hari sudah gelap.

*   *   *   *   *

Seorang gadis cantik berdiri dengan kesal seraya terus melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya. Dress berpotongan pendek berwarna biru yang dikenakannya sangat cocok dengan cuaca panas di taman itu. High heels pink yang simple terlihat begitu manis di kaki gadis itu.

IE001596578_STD

“Kemana sih oppa? Dia sudah terlambat lima belas menit tapi belum juga datang.” Gerutu Yoobi.

“Yoobi-ya.”

Gadis itu menoleh dan mendapati kekasihnya, Myungsoo berlari kearahnya dengan membawa kotak yang sudah dibungkus kertas kado pink dengan corak hati.

“Oppa kemana saja? Aku sudah menunggumu dari tadi.” Keluh Yoobi saat Myungsoo sampai dihadapannya.

“Mianhae tadi ada sedikit masalah. Ini untukmu Yoobi-ya.”

Yokbi menerima kotak yang diberikan Myungsoo.

“Apa ini Oppa?” Tany Yiobi.

“Bukalah.”

Yoobi membuka kotak itu. Mata coklatnya berbinar saat melihat 8 apel yang sudah dilubangi membentuk tulisan ‘I LOVE YOU’ yang disusun rapi dalam kotak itu.

“Ini adalah hadiah untuk merayakan hubungan kita yang sudah menginjak 8 bulan. Aku sangat berterimakasih padamu Yoobi-ya karena kau sudah memilihku untuk menemani hidupmu.”

Yoobi tersemyum memandang kekasihnya.

“Apel-apel ini melambangkan cinta kita berdua. Banyak permasalahan yang melanda cinta kita. Permasalahan itu dilambangkan kulit buah apel yang terasa sepat. Namun kita berhasil menghadapi masalah-masalah itu dan kita bisa merasakan manisnya daging buah di dalamnya. Saranghaeyo Lee Yoobi.”

Kata-kata Myungsoo begitu menyemtuh hati Yoobi hingga membuat gadis manis itu meneteskan air mata. Diapun memeluk kekasihnya itu.

“Terimakasih untuk hadiah yang manis ini Oppa. Nado Saranghaeyo.”

Myungsoo memyunggingkan senyuman dalam pelukan Yoobi.

————————————————————————————————————————————————————-

FIN

Cerita ini benar-benar terinspirasi dari appa kalian.

Happy anniversary yang ke 8 bulan Myungsoo dan Yoobi.

Semoga terus awet ne…..

Eomma menyayangi kalian♡♥

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s