(Chapter 1) Dangerous Mind

on

wpid-dangerous-mind.gif

poster by flaminstkle @ Poster Channel

Title : Dangerous  Mind (Chapter 1)

Story by Chunniest

Genre : Romance, kekerasan, school life, comedy

Lenght : Chapter

Cast :

* Park Yoochun (JYJ)

* Song Yoonhee (OC)

* Jung Yunho (TVXQ)

Support Cast :

* Seo Youngju (OC)

* Kim Jaejoong (JYJ)

*Kim Junsu (JYJ)

*Shim Changmin (TVXQ)

FF ini adalah FF author dari jadul. Author ingin bernostalgia dengan ff ini. FF ini sudah pernah dipublish di https://tvxqfanfictions.wordpress.com (Blog author yang berisi ff DBSK semua).

Mianhae mungkin di ff ini tidak akan terlalu mirip dengan sifat yang sebenarnya jadi jangan heran jika reader menemukan hal yang janggal. Ini hanya sebuah fiction hanya khayalanku saja heee…hee…Happy reading^_^

DON’T BE A SILENT READERS!!!!!

*   *   *   *   *

Dengan langkah gontai seorang gadis berjalan mencari kelasnya. Gadis itu adalah anak baru di SMA Dongbang wajar saja gadis itu kebingungan mencari kelasnya sejak setengah jam yang lalu. Bahkan ruang gurupun tak dapat dia temukan.

“HAAA….Kenapa sekolah ini begitu besar sih?” Teriak gadis itu kesal.

“Pantas saja sekolah ini merupakan sekolah terbaik di Seoul, lihat saja gedung sekolahnya saja sangat besar, aku yakin sekolah ini juga memiliki fasilitas yang tidak dimiliki sekolahku yang lama yang ada di Busan.” Lanjut gadis itu menggerutu.

Gadis bernama Yoonhee itu melanjutkan langkahnya lagi mencari kelas 2-6 yang merupakan kelasnya. Setelah menyisiri lantai 1 dengan hasil nihil gadis itu menaikki tangga menuju lantai 2.

Di sisi lain di sebuah ruangan besar dan mewah terdapat 5 orang laki-laki tampan sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Ruangan itu bahkan tidak cocok berada di sekolah karena ruangan itu lebih cocok di sebut rumah dengan berbagai fasilitas yang lengkap membuat lima laki-laki itu tidak bosan berada di dalamnya. Salah satu laki-laki yang memiliki jidat selebar lapangan sepak bola itu terlihat bosan setelah memainkan game basketball yang sudah berkali-kali di mainkannya.

“Huuhhhh…..AKU BOSAAN….Apa tidak ada permainan yang lebih menarik sih?” Teriak laki-laki jidat lebar itu frustasi.

“Kalau kau bosan lebih baik kau membantuku memasak Yoochun-ah.” Ucap namja berwajah cantik yang sedang sibuk memasak di dapur kecil di ruangan itu.

“Aaaiissshhh…Jaejoong hyung kau ini tahu sendiri bagaimana kemampuanku dalam memasak kan?” Yoochun merebahkan tubuhnya di sofa.

“Andwae hyung kau jangan mengajak Yoochun hyung memasak nanti masakanmu yang enak itu bisa hancur berantakan gara-gara si jidat lebar ini.” Protes Changmin laki-laki paling muda dan juga merupakan laki-laki paling pintar di antara yang lain.

“YA!!! Beraninya kau menghinaku seperti itu apa kau ingin mati huh?” Ancam Yoochun.

“Aku tidak akan mudah mati di tanganmu hyung karena aku lebih pintar darimu.” Sebelum Yoochun melayangkan tangannya untuk menangkap Changmin, laki-laki berkaki panjang itu sudah terlebih dulu berlari menghindar.

Akhirnya kegiatan Tom si kucing Yoochun mengejar Jerry si tikus Changmin terjadi di ruangan besar itu. Bahkan tanpa keduanya sadari merekapun melewati dapur daerah kekuasaan Jaejoong. Awalnya Jaejoong membiarkan dua laki-laki itu bertingkah kekanak-kanakan seperti biasa, namun saat tangan Yoochun menyenggol sayuran yang sudah di cucinya membuat namja berkulit putih itu marah.

“STTOPPP!!!!” Teriakan Jaejoong sukses membuat kedua laki-laki itu menghentikan lari mereka.

Keduanyapun menatap Jaejoong bersamaan bahkan dua laki-laki lain yang sibuk dengan kegiatannya masing-masingpun juga menatap Jaejoong yang menununjukkan wajah marahnya.

wpid-tumblr_lls852qwy31qcit4x.gif

Waeyo hyung?” Tanya Yoochun dengan wajah tanpa bersalahnya.

“YA!!! Kau masih menunjukkan wajah tanpa dosamu itu HUH? Apa kau tidak sadar apa kesalahanmu HUH?” Yoochun mengerutkan jidat kebanggaannya karena tidak mengerti apa maksud hyungnya itu.

“Kesalahan? Kesalahan apa hyung?” Wajah Jaejoong semakin memerah melihat Yoochun masih tidak tahu kesalahannya.

Jaejoongpun berdiri tepat di samping sayuran yang sudah jatuh berantakan akibat ulah Yoochun.

“Apa kau tidak sadar sudah menjatuhkan sayuran yang sudah aku cuci HUH? Aku tidak mau tahu pokoknya kau harus membereskan sayur-sayur ini dan mencucinya kembali, kalau tidak jangan harap kau mendapatkan jatahmu.” Jaejoongpun berbalik menuju meja dapurnya dan kembali memotong bahan-bahan yang akan di masaknya.

“Kenapa diam?” Tanya Jaejoong saat melihat Yoochun tidak bergerak dari tempatnya.

“Sekarang hyung?” Tanyanya polos membuat Jaejoong semakin geram.

“Tentu saja sekarang apa kau ingin makan satu abad lagi?” Ucap Jaejoong menatap tajam dongsaeng pabonya itu.

“Ani. Ne akan kubereskan sekarang.” Yoochunpun menghampiri baskom juga terjatuh itu lalu memasukkan sayuran-sayuran itu ke dalamnya.

“Rasakan… Emang enak.” Ucap Changmin lirih namun tetap bisa terdengar oleh Yoochun.

Yoochunpun berbalik menatap Si Jerry Changmin dengan tajam seolah ingin mencekik laki-laki evil itu.

“SHIM CHANGMIN!!!!Urusan kita belum selesai awas saja ne? Berdoa saja untuk keselamatanmu karena sebentar lagi aku pasti akan membunuhmu.” Ancam Yoochun geram.

“YA!!! Park Yoochun jangan banyak bicara cepat bereskan sayuran itu atau aku yang akan membunuhmu.” Ancam Jaejoong kembali.

“Aishh..Kau tidak bisa membunuhku hyung, aku kan sudah pernah mengalahkanmu.” Ucap Yoochun dengan sombongnya.

“Ne jika masalah kekuatan kau memang lebih kuat tapi aku bisa membunuhmu dengan cara lain.” Ucap Jaejoong tanpa menghentikan pekerjaannya.

“Cara lain apa hyung?” Tanya Junsu, laki-laki yang sedari tadi sibuk dengan bola sepak kesayangannya.

“Membiarkannya mati kelaparan.” Ucap Jaejoong mengeluarkan senyum evilnya membuat keempat laki-laki lain merinding ketakutan.

Andwae hyung mianhae aku akan secepatnya membereskannya.” Dengan kecepatan tinggi Yoochunpun langsung menyelesaikan tugasnya dalam waktu lima menit.

Setelah mencuci bersih sayur itu kembali Yoochun langsung menyerahkannya pada Jaejoong yang sudah berdiri di depan kompor.

“Ini hyung sudah selesai kau tidak akan membunuhku kan?” Ucap Yoochun dengan wajah memelasnya.

“Asal kau tidak memasuki daerah kekuasaanku lagi arraseo?” Tanya Jaejoong seperti seorang guru yang sedang memarahi muridnya.

“Ne. Arraseo.” Yoochun berjalan keluar dari daerah kekuasaan Jaejoong.

Setelah berada diluar daerah milik Jaejoong, laki-laki berambut hitam itu langsung menghampiri musuh bebuyutannya si Jerry yang sedang sibuk dengan Ipadnya. Namun sebelum mencapai tujuannya, langkah Yoochun terhenti mendengar suara kaget Yunho, namja bertubuh tinggi yang sedang berdiri di dekat jendela.

Waeyo hyung?” Tanya Yoochun membuat Jaejoong, Junsu dan Changmin melihat ke arah Yunho.

“Sepertinya mainan barumu sudah datang Yoochun-ah.” Seakan tahu apa yang dimaksud Yunho keempat laki-laki itu langsung menghampiri jendela tempat Yunho berada.

Keempat namja itu juga berekspresi sama seperti Yunho saat melihat seorang gadis yang berjalan sambil sesekali melihat kertas yang ada di tangannya.

“SIAL!!!!!Aku kalah taruhan deh.”Ucap Changmin kesal.

“Aku benar kan Changmin-ah mendengar namanya saja aku sudah tahu yeoja itu pasti cantik. Jadi mana I-phonemu.”Yoochun mengulurkan tangan untuk menagih I-phone milik Changmin.

“Apa maksud kalian?Taruhan? Taruhan apa? Kenapa tidak mengajakku?”Tanya Junsu dengan tampang seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa.

“Si jidat lebar ini dan si kaki panjang ini sedang bertaruh menebak apakah anak baru itu jelek atau tidak apa kau mengerti Junsu-ah?”Jelas Jaejoong dengan sabar.

“Maksud hyung, Yoochun hyung dan Changmin yang bertaruh?” Keempat namja lain menghela nafas menghadapi Junsu yang terlampau polos.

“Ne. Siapa lagi yang mempunyai jidat lebar dan kaki panjang jika bukan mereka.”Jawab Yunho.

“Sudahlah aku mau menjemput mainanku dulu. Dan kau Changmin-ah aku akan menagih Iphonemu nanti.”Yoochun segera melesat keluar ruangan tanpa melihat wajah memelas Changmin yang tidak rela Iphone barunya jadi milik hyungnya itu.

*   *   *   *   *

Aiigoo…jika saja bukan demi appa yang memohon-mohon padaku untuk mengikutinya ke Seoul aku pasti tidak akan mau pindah ke kota bosar ini. Aku lebih menyukai kehidupanku di Busan yang tidak sepadat kota Seoul. Aku jadi merindukan teman-temanku, keluh Yoonhee dalam hati.

Saat ini sudah tepat satu jam Yoonhee mengelilingi sekolah yang lebih cocok disebut hotel karena bentuknya yang besar dan mewah.

Ini semua gara-gara appa harus dipindahkerjakan di Seoul membuatku terpaksa ikut appa dan eomma pindah karena appa tidak mengijinkanku untuk tinggal sendiri di Busan. Otteokke?Aku harus berjalan berapa jam lagi sampai menemukan kelasku? Kakiku sudah kaku karena kelelahan. Keluh Yoonhee kembali.

Annyeong kau pasti Song Yoonhee ya?” Tiba-tiba seorang laki-laki menghadang membuat Yoonhee harus mengerem langkahnya.

“Siapa kau? Kenapa tahu namaku?” Tanya Yoonhee curiga.

Dilihat dari seragamnya laki-laki itu jelas murid SMA Dongbang. Meskipun penampilannya wajar-wajar saja bahkan terlihat sangat rapi namun entah mengapa ada yang aneh dengan tatapan laki-laki itu yang sedang meneliti tubuh Yoonhee.

“YA!!Apa yang kau lihat?” Tanya Yoonhee kesal menutupi bagian dadanya saat tatapan laki-laki itu berhenti di bagian dadanya yang berukuran sedang.

Ani. Oh ya Lee seonsaengnim bilang kelasmu ada di kelas 2-6 bukan? Lalu kenapa kau belum masuk?”Tanya laki-laki itu.

“Sudah satu jam aku mencari kelasku tidak ketemu juga. Apa kau tahu di mana letak kelasku?”Tanya Yoonhee ragu-ragu.

“Tentu saja aku kan pemimpin di sekolah ini perkenalkan namaku Park Yoochun.” Laki-laki itu mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Yoonhee namun karena gadis itu masih merasa aneh pada laki-laki itu apalagi melihat tatapannya yang tak dapat diartikan Yoonhee pun memutuskan untuk tidak membalas uluran tangannya.

“Kau sudah tahu namaku kan jadi kita tak perlu berkenalan. Sekarang bisakah kau menunjukkan kelasku? Aku sudah terlalu lelah karena berkeliling selama satu jam.”

“Tentu saja kajja.” Dengan senyum lebarnya Yoochun berbalik.

Sebenarnya Yoonhee ragu untuk mengikuti Yoochun tapi mau bagaimana lagi hanya laki-laki itulah harapannya satu-satunya untuk menemukan kelasnya. Yoonhee berjalan di belakang Yoochun dengan menjaga jarak yang jauh untuk berjaga-jaga jika laki-laki itu berbuat hal yang aneh-aneh. Setelah melewati lorong panjang, Yoochun berhenti tepat di depan pintu bercat putih dengan ukiran-ukiran kuning menambah kesan mewahnya.

“Apa ini kelasku?” Tanya Yoonhee sambil melihat sekeliling pintu itu untuk menemukan angka ruangan yang sejak tadi kulihat ada di pintu-pintu lain.

Namun setelah menelitinya ternyata tidak ada tanda apapun yang menunjukkan jika pintu itu menuju kelasku ‘2-6’.

“Ne masuklah.” Ucap Yoochun mengangguk.

Yoonhee sempat berpikir sejenak untuk menimbang apakah dia harus masuk atau tidak. Tapi saat merasakan kakinya yang sudah teramat lelah akhirnya Yoonhee melangkahkan kakiknya menuju pintu itu. Tangan Yoonhee mendorong pintu yang lumayan besar itu lalu masuk ke dalam diikuti laki-laki bernama Yoochun itu.

Mata Yoonhee terbelalak kaget melihat ruangan itu ternyata bukanlah ruang kelas karena ruangan itu hanya terdapat 4 laki-laki yang menatap Yoonhee meneliti seperti yang dilakukan Yoochun saat pertama kali bertemu. Yoonheepun segera berbalik namun sialnya dia harus menabrak tubuh Yoochun yang berdiri di belakangnya. Karena badan Yoonhee yang lebih kecil dari Yoochun membuatnya terhuyung ke belakang. Namun tiba-tiba dirasakannya sebuah tangan memegang pinggangnya menahan tubuh Yoonhee agar tidak jatuh. Nafas Yoonhee tercekat saat melihat wajah Yoochun yang sangat dekat dengan wajahnya bahkan Yoonhee bisa merasakan hembusan nafasnya.

“YA!!!Apa yang kaulakukan? Lepaskan aku namja  mesum.” Teriak Yoonhee histeris.

BBUUUGGGHHH…..

“AAHHHH….Appoo….” Yoonhee merintih merasakan sakit di bagian pantatnya karena terjatuh.“Kau sendiri yang meminta untuk dilepaskan jadi jangan salahkan aku.” Ucap Yoochun dengan santainya.

“YA!!!Yoochun-ah kau ini tega sekali menjatuhkan seorang yeoja? Neo gwaenchanayo?” Ucap seorang namja bertubuh tinggi berlutut di hadapan Yoonhee.

“Ne gwaenchana.”Jawabku.

Laki-laki itu membantu Yoonhee berdiri.

Ternyata tidak semua laki-laki di sana menyeramkan juga. Pikir Yoknhee.

“Aigoo…Yunho hyung jangan memegang mainanku, dia milikku.” Kesal Yoochun menjauhkan tangan Yunho dari Yoonhee.

Mendengar Yoochun mengatakan bahwa dirinya adalah mainan laki-laki itu membuat darah Yoonhee memanas apalagi mendengar kata selanjutnya. Sejak kapan Yoonhee menjadi miliknya.

PPLAAKKK……

Dengan keras Yoonhee melayangkan tangannya ke pipi Yoochun membuat laki-laki itu terdiam.

“YA!!!Sejak kapan aku menjadi milikmu huh? Aku bukanlah barang yang akan dimiliki siapapun apalagi kau catat itu.” Dengan kesal Yoonhee meninggalkan ruangan itu.

*   *   *   *   *

Meskipun gadis itu sudah meninggalkan ruangan ini namun rasa panas yang menjalar di pipi Yoochun masih dapat dirasakannya. Untuk pertama kalinya Yoochun merasakan ditampar seorang gadis, Yoochun yakin hal ini pasti juga membuat Yunho, Jaejoong, Junsu,dan Changmin shock melihatnya.Tiba-tiba kudengar suara tawa khas Changmin memecah keheningan.

“Ommo!!!Hyung aku tidak salah lihat kan seorang Park Yoochun ditampar seorang yeoja, ini benar-benar merupakan rekor terbaru dunia. Aaaissshh….seharusnya aku merekam kejadian tadi.” Sesal Changmin.

“Yoochun hyung gwaenchana?” Tanya Junsu khawatir.

“Aisshhh…Aku bukan namja lemah Junsu-ah jadi jangan menanyakan hal yang sia-sia seperti itu. Song Yoonhee berani sekali kau menamparku aku pasti akan membalasnya.” Yoochun berbalik hendak meninggalkan ruangan itu namun tangan Yunho memegang tangannya untuk mencegah Yoochun pergi.

“Kau tidak akan menampar seorang yeoja kan, Yoochun-ah” Tanya Yunho.

“Kau tenang saja hyung aku tidaklah sekejam itu aku punya cara lain untuk memberi yeoja itu pelajaran.” Ucap Yoochun dengan senyum misterius membuat keempat temannya bingung.

wpid-tumblr_m45we0sv5n1r885rxo1_400.gif

Yoochun langsung meninggalkan ruangan untuk menjalankan rencana yang sudah tersusun di otaknya.

Ternyata tidak hanya si kaki panjang itu saja yang pintar akupun juga pintar haaa…haaa…., tawa Yoochun dalam hati.

*   *   *   *   *

“Aaiissshhh…seenaknya saja namja itu mengatakan jika aku miliknya memangnya dia pikir aku sebuah benda yang bisa di miliki seseorang apa? Apalagi dimiliki namja licik sepertinya aku tidak akan sudi ciihh…” Gerutu Yoonhee setelah keluar dari ruang menyeramkan itu.

Entah kemana langkah kaki membawa dirinya yang penting gadis itu bisa menjauh dari ruangan itu. Langkahnya terhenti saat melihat seorang laki-laki paruh baya yang sedang berjalan dari arah berlawanan. Mengetahui orang itu adalah seorang guru, Yoonhee langsung berlari ke arahnya.

Josseonghamnida seongsaengnim, saya adalah Song Yoonhee, murid baru di sekolah ini, bisakah anda memberitahukan kelas saya? Karena sejak tadi saya belum juga menemukannya.”Tanya Yoonhee dengan sopan.

“Ooohh… Kau murid baru itu? Sudah satu jam yang lalu aku menunggumu dari mana saja kau?”Tanya guri itu yang terlihat marah.

Josseonghamnida seongsaengnim tadi aku tersesat.” Yoonhee membungkukkan badannya untuk meminta maaf.

“Tersesat? Bagaimana bisa kau tersesat? Sejak tadi aku menunggumu di depan gedung sekolah ini apa kau tidak melihatku HUH?” Yoonhee semakin takut melihat kemarahan guru itu.

“Sejak tadi Yoonhee bersamaku Lee seongsaengnim jadi jangan menyalahkannya jika kau sudah menunggunya lama.” Ucap seseorang dari arah belakang Yoonhee.

Merasa familiar dengan suara itu Yoonheepun berbalik dan terkejut melihat Yoochun sudah berdiri di belakangnya dengan wajah serius berbeda dengan wajah mesumnya tadi.

“Yyy…Yooo…Yoochun-ssi?” Panggil guru Lee terdengar ketakutan.

Yoonhee kembali menatap guru Lee dengan bingung. Gadis itu merasa aneh melihat guru itu ketakutan saat melihat laki-laki mesum itu. Di mana-mana seharusnya murid yang takut pada gurunya bukan gurunya yang takut melihat muridnya.

“Apa kau tidak ingin menyalahkanku karena sudah menculik murid barumu Lee seongsaengnim?” Tanya Yoochun menatap tajam guru Lee.

Aaa..ani, jika Yoonhee-ssi bersamamu tidak ada masalah, aku akan kembali ke kantor permisi.” Guru Lee berjalan cepat meninggalkan Yoonhee yang masih terbengong melihat tingkah aneh guru itu.

“YA!!Kenapa bengong seperti itu? Apa kau tidak ingin mengucapkan terimakasih karena aku sudah membebaskanmu dari hukuman seongsaengnim itu?” Ucap Yoochun menyadarkan Yoonhee dari keterbengongannya.

“Ciih… Untuk apa aku berterimakasih pada namja mesum sepertimu paling-paling kau ingin mendapatkan imbalan dariku jangan harap dasar kakek-kakek.” Yoonhee menjulurkan lidahnya untuk menghina Yoochun.

Mwo? Kakek-kakek? Siapa yang kau sebut kakek-kakek HUH?” Kesal Yoochun.

“Siapa kalau bukan namja yang memiliki jidat selebar lapangan sepak bola? Lagipula aku tidak memintamu untuk menolongku bahkan aku lebih baik dihukum daripada mendapat pertolongan darimu.” Kali ini giliran Yoochun yang bengong melihat reaksi gadis yang sudah pergi meninggalkannya itu.

Yoonhee adalah gadis pertama yang berani menentangnya bahkan menamparnya. Dengan senyum penuh arti Yoochun membayangkan ide yang direncanakannya untuk Yoonhee.

*   *   *   *   *

Akhirnya setelah Yoonhee bertanya pada orang yang tidak sengaja lewat di lorong yang dilewatinya, akhirnya Yoonheepun menemukan kelasnya yang terletak di pojok lantai dua ini. Karena saat ini adalah jam istirahat, maka Yoonhee hanya melihat beberapa murid saja yang masih ada di kelas.

Yoonhee mengedarkan pandangannya di seluruh kelas untuk mencari tempat kosong. Bibir Yoonhee menyunggingkan senyumnya saat melihat kursi kosong di samping seorang gadis yang sedang melihat keluar jendela. Yoonhee berjalan menghampirinya tanpa memperdulikan tatapan bingung murid lain yang ditujukan padanya.

Annyeong, aku murid baru namaku Song Yoonhee kalau kamu?” Sapa Yoonhee membuat gadis itu berbalik dan membalas senyumnya

“Ohh… Kau murid baru itu, namaku Seo Youngju, duduklah tempat ini kosong.” Tawar gadis bernama Youngju itu.

Gamsahamnida.” Yoonhee duduk di kursi samping Youngju.

Yoonhee melihat Youngju kembali yang saat ini sedang melihat kearah luar jendela. Karena penasaran Yoonheepun mengikuti arah pandang gadis itu, namun raut wajah Yoonhee berubah kesal ketika melihat si laki-laki mesum, Yoochun bersama keempat temannya berada di tengah lapangan.

“Apa kau menyukai salah satu di antara mereka?” Tanya Yoonhee to the point.

Youngju tampak terkejut mendengar pertanyaanku.

Nde? Aaniyo.” Jawab Youngju salah tingkah.

“Tak perlu menyangkalnya wajahmu sudah mengatakan yang sebenarnya.”

Youngju memegangi kedua pipinya yang bersemu merah.

“Sebenarnya apa yang membuatmu menyukai mereka? Aku rasa mereka hanyalah anak nakal yang tak berguna.” Yoonhee kesal mengingat kejadian tadi.

“Jangan menghina mereka seperti itu? Jika mereka tahu kau mengatai mereka aku yakin kau tidak akan pulang dengan selamat.”

Yoonhee heran melihat ekspresi Youngju yang tampak ketakutan.

Wae? Kenapa kau berkata seperti itu?” Tanya Yoonhee.

“Apa kau tidak tahu siapa mereka?”

Yoonhee hanya menggelengkan kepalanya malas untuk menjawab pertanyaan Youngju.

“Mereka adalah DongBangShinKi pemimpin sekolah Dongbang ini.” Ucap Youngju penuh semangat.

“Aaaisshhh…Bagaimana sekolah ini memiliki pemimpin namja-namja lemah seperti mereka? Aku rasa sebentar lagi sekolah ini pasti akan tutup jika memiliki pemimpin seperti itu.” Ucap Yoonhee meremehkan.

“Mereka bukanlah namja lemah seperti yang kaupikirkan, mereka adalah lima namja yang memiliki kemampuan masing-masing yang tak bisa dikalahkan orang lain.”

“Memiliki kemampuan masing-masing? Apa maksudmu Youngju-ssi jangan berkata yang aneh-aneh.” Heran Yoonhee..

“Kau lihat namja yang sedang sibuk dengan Ipadnya itu?” Youngju menunjuk seorang laki-laki yang memiliki kaki panjang sedang berdiri di hadapan kumpulan batu-batu yang sedang berbaris membentuk segitiga.

“Ne, kenapa dengan namja  itu?” Tanya Yoonhee.

Namja  itu bernama Shim Changmin dia adalah namja  termuda sekaligus terpintar diantara yang lainnya. Dialah yang sering mengatur strategi perang.” Jelas Youngju.

Chankanaman, apa maksudmu strategi perang? Apa mereka juga menggunakan senjata api atau senjata tajam juga?” Yoonhee sedikit ketakutan mendengarnya,mengingat bagaimana sikap gadis itu yang tak bersahabat pada mereka membuat Yoonhee takut jika mereka melakukan balas dendam.

Aniyo, karena di sini banyak murid namja  maka tidak heran jika ada perkelahian antar kelas untuk menjadi pemimpin di sekolah ini, jadi Changminlah yang mengatur strategi dalam perkelahian itu. Lalu namja yang sedang mengatur barisan itu.” Youngju menunjuk pada namja berwajah imut yang sedang mengatur barisan seusai perintah Changmin.

“Maksudmu anak imut itu?” Tanya Yoonhee memastikan.

“Ne, tapi jangan tertipu dengan wajah polosnya dia memiliki tenaga tempur yang melebihi namja lain.” Jelas Youngju membuat Yoonhee merasa bertambah heran dengan sekolah ini.

“Lalu bagaimana dengan namja yang berdiri di samping Changmin itu?” Tanya Yoonhee menunjuk laki-laki yang sudah menolongnya tadi.

“Oh itu Jung Yunho dia memiliki tendangan maut yang mematikan. Lalu kaulihat namja berwajah cantik yang sedang berjalan itu.” Yoonhee melihat laki-laki yang ditunjuk Youngju sedang berjalan ke arah laki-laki mesum itu sambil berbisik.

Namja itu memiliki tangan setajam pisau, dan terakhir pemimpin mereka yang sedang berdiri di depan bola batu besar itu namanya adalah…”

“Park Yoochun.” Ucap Yoonhee memotong ucapan Youngju.

“Ne. Bagaimana kau tahu?” Youngju menatapku bingung.

“Aku sudah bertemu dengannya dan aku rasa namja mesum seperti dia tidak pantas menjadi pemimpin sekolah ini.” Yoonhee meremehkan laki-laki itu.

“Meskipun Yoochun memang terkenal playboy tapi dia memiliki kepala yang keras yang bisa membuat lawannya gegar otak berat.”

Awalnya Yoonhee tidak percaya dengan ucapan Youngju namun saat melihat adegan di lapangan itu membuat Yoonhee berubah pikiran. Saat ini Changmin dan Yunho mundur mendekati Jaejoong yang berada di belakang Yoochun, sedangkan Junsu naik di sebuah tong yang di bawahnya sudah ada papan kayu dengan Bola besi diujungnya. Yoonhee rasa dia sudah bisa menebak apa yang sedang mereka mainkan dari barisan batu yang dianggap sebagai pin bowling.

“Kau siap hyung?” Teriak Junsu.

“Ne.”

Mendengar jawaban Yoochun, Junsupun langsung melompat di ujung papan yang terangkat. Saat papan itu bergerak membuat bola yang diujung papan satunya terpental ke atas. Hal selanjutnya membuat Yoonhee terbengong menatap Yoochun menyundul bola besi besar itu kearah barisan batu itu. Karena sundulannya itu mengenai tepat sasaran membuat barisan pin batu itu hancur berantakan.

“Kau berhasil Hyung.” Teriak Junsu membuyarkan kebengonganku.

“Kau lihat sendiri kan bagaimana kerasnya kepalanya.” Ucap Youngju.

“Ya Tuhan bagaimana aku bisa bersekolah dengan orang-orang aneh itu?” Rengek Yoonhee.

“Aku rasa tidak heran jika Yoochun menjadi pemimpin mereka.” Ucap Youngju mengganggu acara berdoa Yoonhee.

Wae?” Yoonhee menatapnya tak mengerti.

“Karena appa Yoochun merupakan pemimpin Yakuza nomor satu di Jepang.” Ucapan Youngju sukses membuat Yoonhee terpaku di tempat.

wpid-psh_shocked.png

OMMO!!! Sepertinya aku memang tidak akan bisa pulang dengan selamat hari ini Youngju-ssi.” Giliran Youngju yang menatap Yoonhee tak mengerti.

Waeyo Yoonhee-ssi? Apa kau melakukan kesalahan dengan mereka?”

“Ne, kesalahan yang besar. Aku sudah menampar pipi namja mesum itu.” Sedih Yoonhee.

Namja mesum? Nugu?”Tanya Youngju yang masih belum mengerti.

“Park Yoochun.”

MWOYA!!!! Ommo bagaimana bisa kau seberani itu Yoonhee-ssi? Apalagi kau anak baru di sini.” Teriak Youngju kaget.

“Mana aku tahu dia namja yang menakutkan, aku hanya berusaha melindungi diriku dari namja mesum itu. Ommo otteokke Youngju-ssi? Ya Tuhan selamatkanlah hambamu ini.” Yoonhee kembali berdoa tanpa memperdulikan Youngju yang masih heran melihatnya.

~~~TBC~~~

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. lanjut kak, aku penasaran dengan nasib Yoonhee.
    fighting!!!

    1. chunniest says:

      Ookk… kirain ga da yg suka. Ok deh q lanjut.

  2. lanjut..
    aku suka kak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s