(TWOSHOOT) Love Virus Chapter 1

wpid-b_qnj9husaasdwe.jpeg

Satu jam sudah Sohyun terus menatapi sebuah poster yang tertempel di pinggir jalan. Mata Sohyun tak lepas meneliti laki-laki yang berada dalam poster itu. Rambut hitam keabuan sangat cocok dengan lensa kontak yang dipakainya. Kemeja putih yang tertutup jaket hitam yang sengaja tak dikenakan begitu memukau Sohyun. Terutama tatapan tajam laki-laki itu itu yang membuat Sohyun begitu terpesona. Sohyun menyentuh wajah laki-laki di poster itu. Bibirnya menyunggingkan senyuman.

“Aku pasti akan bertemu denganmu.” Ucap Sohyun terdengar seperti janji.

 wpid-req-chunniest11.jpg

Laykim @ Beautiful Healer

Story by CHUNNIEST

Title : Love Virus Chapter 1

Genre : Romance, Schoo life, Comedy

Lenght : Chapter

Cast :

* Kim Sohyun

* Yook Sungjae (BTOB)

* Moon Gayoung

Support Cast :

* Kim Jaejoong (JYJ)

* Kim Woobin

* Kim Myungsoo (INFINITE)

* Kai as Kim Jongin (EXO)

* Park Jiyeon (T-ARA)

* Lee Minhyuk (BTOB)

* Lee Changsub (BTOB)

* Pak Junghwa (EXID)

* Ahn Hani (EXID)

*Seo Hyerin (EXID)

Aku persembahkan FF ini khusus untuk admin tercinta Lia, suaminya Lay heeee…hhee…. Semoga suka ya……

Happy reading^-^

DON’T BE A SILENT READERS!!!!!

*   *   *   *   *

 

Sohyun menatap sekolah SMA Hanrim dengan tatapan penuh antusias. Tangan gadis itu mengeluarkan selembar foto dari dalam sakunya. Tampak foto laki-laki yang dilihatnya 6 bulan yang lalu.

“Sungjae Oppa. Tunggu aku ne? Kita pasti akan segera bertemu.” Antusias Sohyun.

Gadis itupun memasukkan kembali foto Sungjae kedalam saku lalu melangkah masuk ke dalam sekolah. Sohyun menengok ke kanan, kiri, depan dan belakang untuk mencari sosok Sungjae. Bisikan-bisikan dari murid-murid lain tak dihiraukan Soohyun. Bagi gadis itu saat ini yang terpenting adalah bertemu dengan Sungjae.

Langkah Sohyun terhenti saat matanya menangkap sosok yang dicarinya. Mata Sohyun terpesona melihat Sungjae mengenakan seragam abu-abu dengan kedua tangan dimasukkan kedalam saku celananya. Beberapa gadis mengikuti langkah laki-lali itu. Namun Sohyun tak perduli, diapun segera berlari menuju Sungjae.

“SUNGJAE OPPA……” Seru Sohyun.

Seketika semua mata memandang kearah Sohyun termasuk Sungjae sang pemilik nama. Dia melihat Sohyun berlari kearahnya dengan tatapan bingung karena tidak mengenal gadis itu. Karena ceroboh Sohyunpun terjatuh hingga tepat berada di hadapan Sungjae. Sohyun melihat sepatu vans hitam yang dikenakan Sungjae. Tatatapannya naik hingga melihat wajah Sungjae yang kebingungan.

“YA!! Cepatlah menyingkir. Kau menghalangi jalanku.” Ucap Sungjae kesal.

Sohyun segera berdiri dan menatap Sungjae dengan matanya yang berbinar.

“Sungjae Oppa, maukah kau menjadi kekasihku?”

Ucapan Sohyun seketika membuat suasana sekolah menjadi hening. Semua mata kembali tertuju pada Sohyun yang tak menghiraukan mereka. Sungjae menatap Sohyun tanpa ekspresi. Dia mendekati Sohyun lalu mengulurkan tangannya. Sohyun mengira Sungjae akan memegang pipinya dan menjawab ‘Iya’ untuk pertanyaannya. Namun ternyata Sungjae menonyor kepala Sohyun.

Paboya!!!” Ucap Sungjae dingin lalu meninggalkan Sohyun diikuti para penggemarnya yang menatapnya tajam.

Sohyun menghela nafas. Ternyata pertemuannya dengan Sungjae tidak semulus yang dibayangkannya.

“Jadi ini tujuanmu masuk sekolah ini?”

Sohyun menoleh saat mendengar suara laki-laki. Wajahnya menunjukkan keterkejutan melihat seorang laki-laki mengenakan seragam yang sama dengannya.

“Jo-Jongin Oppa? Bagaimana bisa Oppa berada di sini?” Kaget Sohyun.

“Tentu saja aku akan mengawasimu.”

“Mengawasiku? Tapi mengapa? Bukankah Oppa seharusnya membantu Appa di perusahaan?”

Jongin mendekati adiknya dan memberinya hadiah jitakan di kepala Sohyun.

“Jika bukan karena appa khawatir padamu, aku tidak mungkin berada di sini.”

“Jadi Appa benar-benar tidak tulus membebaskanku ya?” Kecewa Sohyun.

Jongin meraih leher adiknya dan menahannya.

“Tentu saja kau kan satu-satunya putri di keluarga Kim, jadi appa sangat menjagamu. Mengingat kau berada di sekolah biasa membuat appa sangat mencemaskanmu.”

Tubuh Sohyunpun membeku menyadari sesuatu. Diapun melepaskan tangan Jongin dan menatap kakaknya tak percaya.

“Jangan-jangan bukan hanya Jongin Oppa saja yang berada di sini?”

Jongin tersenyum dan mengetukkan jari telunjuknya di kepala adiknya.

“Kau pintar sekali dongsaengie.”

“Sohyunie….”

Sohyun menoleh dan benar saja Jaejoong, Woobin dan Myungsoo berlari menghampiri Sohhyun dan Jongin. Sohyun bisa melihat ketiga kakaknya itu mengenakan seragam yang sama dengan Sohyun dan Jongin. Sohyun menepuk dahinya. Gadis itu berpikir sudah terbebas dari lima laki-laki di rumahnya namun sayangnya tidak begitu. Meskipun ayahnya tidak ikut namun tetap saja gadis itu tidak bisa lepas dari keempat kakaknya.

“Sohyunie….” Ketiga kakaknya itu langsung memeluk adik perempuan satu-satunya.

“YA!! Lepaskan aku, kalian tidak bisa membuatku bernafas.” Sohyun memberontak melepaskan diri dari ketiga kakaknya.

Jaejoong, Woobin dan Myungsoo langsung melepaskan adiknya. Sohyun menghirup udara yang menipis di paru-parunya lalu melihat keempat kakaknya berada satu sekolah dengannya.

“Kalian pasti bercanda.” Ucap Sohyun melihat keempat kakaknya.

Keempat laki-laki tampan itu menggelengkan kepala bersamaan.

*   *   *   *   *

“Gayoung-ah…..” Junghwa berlari menghampiri Gayoung yang sedang berjalan bersama Hani dan Hyerin.

Waeyo Junghwa-ya?” Tanya Gayoung.

“Tadi ada murid baru yang meminta Sungjae Oppa untuk menjadi kekasihnya.” Jelas Junghwa terengah-engah.

“Paling hanya fans biasa Junghwa-ya. Sungjae Oppa menolaknya bukan?”

Junghwa menganggukkan kepalanya.

“Sudahlah Junghwa-ya. Sungjae Oppa tidak akan menerima siapapun untuk menjadi kekasihnya. Tapi kudengar murid barunya bukan hanya gadis itu.” Sahut Hani.

“Benarkah memang ada berapa?” Tanya Hyerin penasaran.

“Kudengar ada 4 namja tampan yang menjadi murid baru di sekolah ini.”

“Benarkah? Di kelas mana? Aku penasaran ingin melihat mereka.” Tanya Junghwa tak sabar.

“Kelas 1-5. Ayo kita melihatnya aku juga penasaran.”

Gayoung hanya melihat ketiga temannya yang meninggalkan dirinya. Gadis itu berbeda dengan ketiga sahabatnya itu. Bagi gadis itu hanya Sungjae yang mampu menarik perhatiannya.

*   *   *   *   *

Dengan lesu Sohyun berjalan menuju kelas barunya. Setelah mendapati keempat kakaknya mengikutinya bersekolah di sini sekarang Sohyun harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya sekelas dengan kempat kakaknya.

“Bukankah umur kita berbeda bagaimana bisa kita sekelas?” Gerutu Sohyun.

Jaejoong, kakak paling tua Sohyun memeluk bahu Sohyun.

“Tentu saja bisa jika Appa yang mengaturnya dongsaengie.”

“Hyung benar Sohyunie. Kami akan bertugas menjagamu.” Sahut Woobin kakak kedua Sohyun.

“Aaishhhh…. Jika mereka menjagaku bagaimana bisa aku mendekati Sungjae Oppa?” Gerutu Sohyun.

“Siapa Sungjae?” Tanya Myungsoo mendengar gerutuan Sohyun.

“Sungjae adalah namja yang menjadi alasan dongsaeng kita tercinta sekolah di sini.” Jelas Jongin.

MWO?”

Sohyun harus menutup telinganya saat mendengar ketiga kakaknya berteriak kaget.

“Dan lebih parahnya hyung, namja itu mengatai dongsaeng kita Pabbo.” Jelas Jongin terlihat marah.

“Di mana kelas Sungjae? Aku pasti akan memberinya pelajaran.” Woobin meremas-remas tangannya sendiri membuat Sohyun merinding.

Sohyun segera menahan kakaknya itu.

“Sudah Oppa jangan marah padanya, aku sendiri yang ceroboh jatuh di hadapannya. Makanya dia mengataiku seperti itu.”

Melihat wajah keempat kakaknya yang khawatir membuat Sohyun menyesali ucapannya.

“Sohyunie terjatuh?” Tanya Myungsoo.

“Dimana yang sakit Sohyunie? Oppa pasti mengobatimu.” Jaejoong memeriksa tubuh Sohyun.

Aniyo Oppa. Aku tidak apa-apa. Sebaiknya aku pergi ke kelas karena sebentar lagi masuk.” Sohyun menerobos keempat kakaknya dan berlari menuju kelasnya.

Langkah Sohyun berhenti tepat di depan pintu kelas. Sohyun begitu terpana melihat kelas yang penuh dengan murid. Berbeda sekali dengan sekolahnya yang lama yang hanya ada sedikit murid. Sohyunpun melangkah masuk seraya mengamati murid-murid yang akan menjadi teman sekelasnya. Sohyun melangkah mendekati seorang gadis yang duduk sendirian.

Annyeong hasseyo. Bolehkah aku duduk di sini?”

Gadis yang sedang asyik menggambar itupun langsung mendongak dan menyunggingkan senyuman melihat Sohyun.

“Ne. Duduklah. Bangku ini kosong.”

Gamsahamnida.

Sohyunpun langsung duduk di samping gadis itu.

“Kau anak baru itu ya?” Tanyanya.

“Ne.”

“Perkenalkan aku Jiyeon, Park Jiyeon.” Gadis bernama Jiyeon itupun mengulurkan tangannya yang langsung disambut senang oleh sohyun.

“Aku Sohyun, Kim sohyun.”

Tiba-tiba suasana kelas menjadi ricuh membuat Sohyun dan Jiyeon menoleh. Keempat kakak Sohyun masuk dengan gaya cool mereka membuat para gadis terpesona melihat mereka.

wpid-photogrid_1434516490424.jpg

Aiggoo…. Mereka tampan sekali. Terlihat seperti F4.” Puji Jiyeon yang terpesona melihat keempat kakak Sohyun. Lain dengan reaksi Sohyun hanya mendengus kesal.

“F4? Ciihh…. Dasar mereka selalu tebar pesona.” Gerutu Sohyun dengan suara lirih.

Jaejoong, Woobin, Myungsoo dan Jongin langsung duduk melingkar mengitari Sohyun. Gadis itu mendengus kesal sedangkan Jiyeon tampak tercekat merasakan dekat dengan laki-laki tampan.

“Sohyunie…. Apa kau merasa senang berada di sekolah ini?” Tanya Myungsoo berbalik ke belakang menatap adiknya.

“Awalnya aku senang tapi melihat kedatangan kalian kesenanganku menjadi hilang.” Kesal Sohyun.

Aiggo.. Jangan begitu Sohyunie, kami kan ingin menjagamu.” Ucap Jaejoong duduk di samping Sohyun.

“Sohyun-ssi, kau mengenal mereka?” Tanya Jiyeon masih terpana.

“Ne. Mereka adalah…..”

“Oppanya Sohyun.” Jawab Keempat kakak Sohyun memotong ucapan gadis itu.

Suasana menjadi hening mendengar berita itu. Sohyun hanya bisa menepuk dahinya karena siksaan akan segera datang.

*   *   *   *   *

Sungjae bersandar di kursi seraya asyik bermain snowboarding di ipadnya. Minhyuk,teman Sungjae menatap ke arah jendela. Sesuatu menarik mata Minhyuk. Laki-laki itu tersenyum melihat apa yang dilakukan seorang gadis yang saat ini dikelilingi empat orang laki-laki.

“Sungjae-ya…. Sepertinya kau mendapatkan fans baru.” Ucap Minhyuk sukses mengalihkan perhatian Sungjae dari gamenya.

Nugu?”

Minhyuk menunjuk seorang gadis yang duduk di pinggir lapangan seraya menggunakan teropong mengamati Sungjae.

Yeoja itu…”

Sungjae langsung mengenali Sohyun.

“Kau mengenalnya Sungjae?” Tanya Minhyuk.

“Dia yeoja yang kuceritakan.”

Seketika Minhyuk langsung melompat di hadapan Sungjae.

“Ommo jadi itu yeoja yang menembakmu?”

Sungjae mengangguk lalu kembali bermain dengan ipadnya. Sedangkan Minhyuk kembali menatap Sohyun.

“Bukankah yeoja itu adalah putri keluarga Kim pemilik perusahaan iklan Kim?”

Sungjae menghentikan gamenya dan menatap Minhyuk.

“Bagaimana kau tahu?”

“Tentu saja yeoja itu sering menghiasi majalah Kim. Dan keempat namja itu adalah kakaknya.”

Sungjae menatap Minhyuk penuh selidik.

“Kau menyukainya.”

Minhyuk tersenyum lebar mendengar pernyataan Sungjae.

“Tapi dia sangat menyukaimu. Apa kau tidak tertarik dengannya Sungjae-ya?”

Sungjae menggeleng dan kembali melanjutkan gamenya.

Ani. Ambil saja jika kau mau.” Ucap Sungjae tak perduli.

Minhyuk tersenyum dan kembali mengamati Sohyun.

*   *   *   *   *

Sohyun melepaskan teropongnya dan mendengus kesal melihat keempat kakaknya yang tak membiarkan dirinya sendirian. Sohyun mengamati sekelilingnya dan melihat murid-murid gadis tengah mengamati keempat kakaknya. Tatapan Sohyun beralih pada Jiyeon yang yang bersembunyi di balik tembok. Sohyun mengangguk pada Jiyeon. Mengerti pertanda itu Jiyeon langsung membisiki semua teman-temannya.

“OPPA…..”

Seketika para gadis langsung menyerbu keempat kakaknya. Seakan mendapatkan kesempatan Sohyunpun langsung kabur. Sampai di depan pintu Sohyun berbalik dan tersenyum melihat keempat kakaknya kewalahan menghadapi gadis-gadis itu. Tatapan Sohyun beralih pada Jiyeon yang mengacungkan jempol padanya.

Gomawo.” Ucap Sohyun lalu berlari pergi.

Ini kesempatanku mendekati Sungjae Oppa, Ucap Sohyun penuh semangat.

Sohyun berlari menuju kelas Sungjae yang berada di lantai dua. Gadis itu tersenyum senang tak sabar bertemu dengan Sungjae.

Annyeong.”

Sohyun hampir saja terjatuh jika Minhyuk tak menangkap tubuh gadis itu.

“YA!! Kau mengagetkanku saja.” Omel Sohyun melepaskan tangan Minhyuk.

Mianhae. Aku tidak sengaja melakukannya. Perkenalkan aku Lee Minhyuk.”

Minhyuk mengulurkan tangannya. Sohyun mengamati tangan Minhyuk ragu-ragu namun gadis itu tetap menyambut uluran tangan Minhyuk.

“Aku…”

“Kau Kim Sohyun bukan?”

Sohyun mengangguk.

“Apa kau tahu di mana Sungjae Oppa?”

Minhyuk tampak kecewa dengan pertanyaan Sohyun.

“Ne. Dia di dalam kelas.”

Gomawo.”

Sohyun langsung meninggalkan Minhyuk menuju kelas Sungjae. Sohyun bisa melihat Sungjae tengah duduk di bangku dan bermain ipad. Senyuman menghiasi wajah gadis itu. Dengan penuh semangat Sohyun menghampiri Sungjae.

“Sungjae Oppa.” Panggil Sohyun duduk di hadapan Sungjae.

Sungjae menghentikan gamenya lalu menatap Sohyun sekilas dan kembali bermain.

“Oppa, kau suka makanan apa?”

Sungjae hanya diam mendengar pertanyaan Sohyun.

“Oppa, makanan apa yang kau suka?”

Sungjae tak kunjung menjawab. Sohyunpun memdengus kesal. Matanya tertuju pada ipad yang menarik Sungjae. Sudut bibir gadis itu terangkat. Sohyunpun mengambil Ipad itu membuat Sungjae menatap gadis.

“Kembalikan.” Ucap Sungjae dingin.

Shirreo. Sebelum Oppa menjawab pertanyaanku.”

Sungjae mendengus kesal.

“Makanan apapun aku suka.”

“Benarkah?” Tanya Sohyun tersenyum senang.

“Tapi aku tidak akan menerima apapun darimu.”

Senyuman Sohyun menghilang mendengar ucapan Sungjae. Gadis itu mencondongkan tubuhnya ke arah Sungjae.

“Aku yakin Oppa akan menerimanya.”

Sungjae mencondongkan tubuhnya.

“Jangan terlalu yakin.”

Sungjae langsung merebut ipadnya dan kembali fokus pada gamenya.

“Kita lihat saja besok Oppa.”

Dengan semangat Sohyunpun keluar dari kelas Sungjae. Senyuman terus menghiasi gadis itu hingga kembali ke kelasnya. Langkah gadis itu terhenti dan senyumannya menghilang melihat keempat kakaknya duduk dibangku seraya menatap tajam ke arahnya.

“Oppa…” Panggil Sohyun dengan ceria menghampiri Jaejoong, Woobin, Myungsoo dan jongin.

“Jadi kau yang merencanakan ini?” Tanya Jaejoong menatap tajam Sohyun.

“Merencanakan apa Oppa?” Tanya Sohyun pura-pura tidak tahu.

“Kau merencanakan yeoja-yeoja itu untuk menyibukkan kami bukan Sohyunie?” Kali ini Myungsoo berdiri dan menatap adiknya.

“Kau sudah keterlaluan Sohyunie. Kami akan menelpon appa untuk mengembalikan kau ke sekolah lama.” Jelas Wobin.

Wajah Sohyun tampak kesal mendengar ucapan kakak-kakaknya.

“Keterlaluan? Seharusnya aku yang mengatakan itu untuk Oppa.”

Sohyun mengambil tasnya dan mengeluarkan seluruh isi tasnya. Surat-surat berwarna cerahpun keluar dari dalam tas Sohyun.

“Kupikir dengan aku sekolah sendiri aku akan terbebas dari semua ini. Bukankah Oppa yang keterlaluan tak memikirkan bagaimana dampaknya bagiku jika oppa mengikutiku dan mengekangku. Tidak bisakah aku bebas? Aku hanya ingin merasakan jatuh cinta seperti yeoja biasa.”

Wajah keempat kakaknya melunak mendengar keluhan Sohyun.

“Sohyunie.” Panggil Myungsoo dengan suara yang lembut.

“Aku berharap tidak terlahir di keluarga Kim.”

Sohyunpun menangis dan berlari pergi. Jaejoong, Woobin dan Myungsoopun ingin pergi menyusul Sohyun namun Jongin menahan mereka.

“Biar aku saja hyung yang mengejarnya.” Jongin pun langsung berlari mengejar Sohyun.

Kaki Jongin dengan cepat menyusuri lorong sekolah. Jongin mengedarkan pandangannya mencari sosok Sohyun.

*   *   *   *   *

Sungjae meletakkan ipadnya dan meregangkan tubuhnya. Laki-laki menatap ke arah jendela. Matanya menyipit saat melihat sosok Sohyun tengah duduk di taman dan menundukkan kepalanya. Bahunya tampak naik turun seperti sedang menangis.

“Tadi terlihat gembira dan sekarang menangis. Yeoja yang aneh.” Gumam Sungjae.

Deringan telpon mengalihkan perhatian Sungjae. Dia bisa melihat nama Changsub, managernya.

“Ne hyung?”

“Keluarlah. Kau ada pemotretan hari ini. Aku sudah mengatur semuanya.”

“Ne hyung. Aku akan segera keluar.”

*   *   *   *   *

Bahu Sohyun terus naik turun saat menangis. Sohyun menghentakkan kakinya kesal. Dia benar-benar membenci dirinya sendiri. Sohyun merasa muak hidup terkekang seperti ini. Tidak ayahnya tidak kakaknya semua selalu bersikap berlebihan terhadapnya. Bahkan ayahnya sempat menyewa bodyguard karena terlalu mencemaskan Sohyun.

Terkadang Sohyun berpikir jika dia memiliki adik perempuan, ayah dan kakaknya tak mungkin terlalu melindunginya. Tapi sayang ibu Sohyun sudah meninggal sehingga tak ada kesempatan untuk mendapat keinginan itu. Sohyun mendongak dan menatap langit yang cerah.

“Eomma…. Tolong aku hiicckkss…. Hickkss….” Ucap Sohyun menangis kembali.

“Apa kau merindukan eomma?”

Sohyun menoleh melihat Jongin menghampirinya. Seketika Sohyun membuang muka tak ingin melihat kakaknya. Jongin tersenyum melihat tingkah adiknya lalu diapun duduk di samping adiknya.

“Sohyunie…” Panggil Jongin namun Sohyun tak kunjung menoleh.

Jongin menepuk bahu Sohyun dan menarik menghadapnya. Sohyun masih menunduk tak ingin bertatap muka dengan kakaknya. Jongin menggunakan jari telunjuknya mengangkat dagu Sohyun. Jongin bisa melihat pipi adiknya basah karena air mata. Dengan tangannya Jongin menhapus air mata Sohyun.

Mianhae Sohyunie. Aku dan hyung tidak tahu jika kau menderita karena harus menjadi tukang pos untuk kami.”

Sohyun masih terdiam menatap kakaknya.

Mianhae jika aku, hyung dan appa selalu overproctective padamu. Itu semua karena kami sangat menyayangimu Sohyunie. Karena itu kami selalu mengkhawatirkanmu dan ingin yang terbaik untukmu.”

“Tapi.. Hhickss… Aku… Hickss.. Ingin bebas Oppa. Memang aku tidak boleh menyukai seseorang?” Ucap Sohyun tersedu-sedu.

Jongin menyelipkan rambut adiknya ke belakang telinga.

“Tentu saja boleh. Oppa akan mendukungmu.”

Sohyun berhenti menangis dan menatap Jongin tak percaya.

“Benarkah?”

Jongin mengangguk.

“Ne.”

“Tapi bagaimana dengan Jaejoong Oppa, Woobin Oppa dan Myungsoo Oppa?”

“Kami juga mendukungmu Sohyunie.”

Sohyun mendongak dan melihat ketiga kakaknya yang lain sudah berdiri di hadapannya. Sohyun berdiri dan hampir menangis melihat kakak-kakaknya.

Gomawo Oppa.”

Sohyunpun memeluk ketiga kakaknya dengan senangnya. Jonginpun berdiri dan ikut memeluk adiknya.

“Maafkan kami Sohyunie. Kami tidak menyangka jika kau tersiksa dengan perhatian kami.” Ucap Jajejoong setelah melepaskan pelukan Sohyun.

Sohyun tersenyum pada kakak tertuanya.

“Ne.”

Senyum Sohyun menghilang saat sudut matanya menangkap sesuatu yang menariknya. Sohyun melihat Sungjae menenteng tasnya dan berjalan keluar sekolah.

“Sungjae Oppa.” Panggil Sohyun.

Jaejoong, Woobin, Myungsoo dan Jongin langsung menoleh dan melihat apa yang dilihat adiknya.

“Jadi namja itu yang sudah menarik perhatian Sohyunie?” Goda Myungsoo.

Sohyunpun mengangguk penuh semangat.

“Ne. Sungjae Oppa sangat tampan. Apalagi saat dia menjadi model Ceci, dia sudah memikat hatiku Oppa.”

Woobin tersenyum melihat adiknya yang sedang jatuh cinta. Diapun mengacak lembut rambut Sohyun.

“Aiiggoo…. Adik kecil kita sudah bisa jatuh cinta ne?”

“Oppa…” Panggil Sohyun manja.

Nde?” Jawab keempat kakaknya.

“Bantu aku. Aku ingin mengikuti Sungjae Oppa.”

Keempat laki-laki itu saling menatap lalu menganggukan kepala mereka bersamaan.

“Baiklah. Ayo.” Ucap laki-laki itu bersama-sama.

Sohyunpun tersenyum senang menatap keempat kakaknya.

*   *   *   *   *

“Kau yakin pemotretannya di sini Myungsoo-ah?” Tanya Woobin pada Myungsoo yang masih mengitak-atik ponselnya.

“Ne hyung. Aku sudah bertanya dengan C entertainment tempat Sungjae bernaung.”

Jaejoong melihat villa di pinggir pantai yang tampak begitu indah.

“Oppa, apa tidak apa-apa jika kita masuk ke dalam?” Tanya Sohyun duduk diantara Woobin dan jaejoong.

“Tentu saja tidak apa-apa. Tenang saja dongsaengie. Kau kan memiliki kami.” Ucap Jaejoong memeluk bahu Sohyun.

“Kalau begitu ayo Oppa.” Ajak Sohyun tidak sabar.

“Ne…. Tuan putri.” Jonginpun keluar dari kursi pengemudi lalu diikuti yang lainnya.

Sohyun menatap villa itu dengan mata yang berbinar.

“Ayo Oppa.” Sohyun menarik Woobin dan Jaejoong.

Myungsoo dan Jongin pun mengikuti mereka dari belakang. Mereka menaiki tangga menuju villa yang terbuat dari kayu itu. Melihat banyak orang berkumpul disana membuat lima anggota Kim itu yakin jika pemotretan Sungjae berada di sini.

Annyeong hasseyo.” Sapa Changsub menyambut mereka.

“Apakah kau manager Sungjae?” Tanya Myungsoo.

“Ne. Kalau boleh tahu ada apa keluarga Kim berada di sini?” Tanya Changsub.

“Kami hanya ingin melihat pemotretan ini.” Jawab Jaejoong.

“Oh ne… Silahkan.” Changsub mempersilahkan mereka masuk.

Nafas Sohyun tercekat melihat Sungjae saat ini. Diatas ranjang dan hanya mengenakan celana jeans Sungjaepun mulai berpose. Sohyun menutup mulutnya melihat abs yang terbentuk di perut Sungjae. Jaejoong menutup mata Sohyun dengan tangannya namun gadis itu langsung menepisnya.

“Aiisshh….. Oppa aku ingin melihatnya.” Kesal Sohyun.

Andwae kau masih kecil jadi belum boleh melihatnya.” Ucap Jaejoong menutup mata Sohyun kembali.

“Aku bukan anak kecil lagi Oppa.” Kesal Sohyun menepis tangan Jaejoong dan kembali menyaksikan pemotretan Sungjae.

Jaejoong menatap Woobin dan Myungsoo sedih.

“Bagaimana ini? Mata Sohyun sudah terkontaminasi.” Ucap Jaejoong menunduk sedih.

Woobin dan Myungsoopun hanya bisa menepuk-nepuk bahu Jaejoong dan ikut bersedih. Jongin yang berdiri di belakang mereka hanya menggelengkan kepalanya. Diapun berjalan keluar merasa sesak berada di dalam.

“Tapi tuan Lee. Jika anda membatalkan kontrak itu karir Sungjae akan menurun.”

Jongin mencari asal suara itu. Dia bisa melihat Changsub tengah menerima telpon dan terlihat panik.

“Tuan Lee…. Hallo… Tuan Lee….”

Changsub melihat telponnya namun sayang telpon itu terputus. Merasa ada yang tidak beres Jongin menghampiri Changsub.

“Apa ada masalah Changsub-ssi?” Tanya Jongin.

Changsub tampak terkejut dengan kehadiran Jongin.

“Ohh… Tuan Kim.”

“Apakah itu tuan Lee dari Perusahaan iklan Lee?”

Changsub mengangguk.

“Jadi tuan Lee membatalkan kontrak Sungjae?”

Changsub terdiam tidak tahu harus menjawabnya atau tidak karena ini adalah masalah entertainmentnya. Jongin tersenyum membuat Changsub menatapnya.

“Aku bisa membantumu Changsub-ssi.”

“Benarkah?” Tanya Changsub tak percaya.

“Ne tapi ada syaratnya.”

Jongin melihat ke jendela kaca yang memperlihatkan Sohyun yang sedang mendekati Sungjae yang baru istirahat. Jongin tersenyum menemukan ide untuk meembantu adiknya.

~~~TBC~~~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s