(Chapter 2) Dangerous Mind

wpid-dangerous-mind.gif

poster by flaminstkle @ Poster Channel

Title : Dangerous Mind (Chapter 2)

Story by Chunniest

Genre : Romance, kekerasan, school life, comedy

Lenght : Chapter

Cast :

* Park Yoochun (JYJ)

* Song Yoonhee (OC)

* Jung Yunho (TVXQ)

Support Cast :

* Seo Youngju (OC)

* Kim Jaejoong (JYJ)

*Kim Junsu (JYJ)

*Shim Changmin (TVXQ)

Sesuai permintaan readersdeul author lanjutin nih ff DBSK yang aneh ini. Jangan lupa komen dan like nya ya.

Happy reading^_^

DON’T BE A SILENT READERS!!!!!

*   *   *   *   *

Di balik pintu kelas 2-6, terlihat seorang gadis sedang mengintip keadaan sekolah yang sudah sepi karena sudah waktunya pulang. Yoonhee menegakkan tubuhnya sambil bersandar pada pintu. Gadis berambut hitam panjang itu menarik nafas dalam-dalam sebelum meninggalkan kelasnya. Yoonhee berjalan pelan sambil mengawasi keadaan sekitar kalau-kalau ada seseorang yang tidak ingin di temuinya datang menganggunya.

Setelah berhasil melewati lorong lantai dua dengan selamat, akhirnya Yoonhee menuruni tangga yang ada di ujung lorong. Gadis itu menghela nafas lega setelah berhasil mencapai lantai satu tanpa gangguan. Dengan senyuman lebar Yoonhee berjalan menuju gerbang sekolah.

“Mau ke mana Chagi?” Suara berat itu sukses membuat Yoonhee membeku di tempatnya.

“Kenapa kau lama sekali Chagiya?” Terdengar suara langkah kaki mendekati Yoonhee.

Tidak suka dengan panggilan dari laki-laki itu Yoonheepun berbalik hendak memarahi laki-laki mesum itu. Nafas Yoonhee tercekat mendapati Yoochun sudah berdiri sangat dekat dengannya. Reflek Yoonheepun melangkah mundur menjauhi lai-laki itu.

“YA!!Jangan seenaknnya memanggilku dengan sebutan itu, kau tidak berhak melakukannya.” Marah Yoonhee.

Wae? Kau kan memang kekasihku jadi tentu saja aku berhak memanggilmu Chagi.” Ucap Yoochun dengan santainya.

“Apa tamparanku tadi pagi belum cukup menyadarkanmu HUH? Kalau belum baiklah akan kuberikan satu tamparan lagi yang lebih keras untuk menyadarkan otakmu yang keras kepala itu.” Yoonhee hendak melayangkan tangannya namun karena tidak ingin gadis itu menamparnya lagi, dengan sigap Yoochun menahan tangan mungil Yoonhee.

“Jadi kau ingin bermain kekerasan Chagiya? Baiklah aku akan melayanimu.”

Tiba-tiba Yoochun sedikit menundukkan tubuhnya untuk mengangkat tubuh Yoonhee di atas pundaknya. Tubuh Yoonhee bagaikan bulu membuat Yoochun dengan mudahnya mengangkat tubuh gadis itu. Awalnya Yoonhee terdiam karena shock dengan tindakan nekat laki-laki mesum itu namun saat kesadarannya kembali gadis itu langsung memukul punggung Yoochun sekuat tenaga.

“Turunkan aku dasar namja mesum!!! Kau mau membawaku kemana HUH?” Teriak Yoonhee masih memukul punggung laki-laki itu.

“Terserah aku ingin membawamu ke mana.” Jawab Yoochun asal.

Dengan santainya Yoochun membopong tubuh Yoonhee seolah sedang membawa sehelai bulu di pundaknya. Tiba-tiba sebuah mobil van hitam berhenti di hadapan namja itu. Pintu belakang mobil itu terbuka, memperlihatkan beberapa laki-laki dengan memakai jas berwarna hitam. Yoochun tersenyum melihat anak buahnya yang berada di dalam mobil, lalu dia memasukkan tubuh Yoonhee ke dalam bersama dirinya. Setelah pintu mobil tertutup sang sopir langsung melajukan mobil itu.

Yoonhee yang melihat 4 anak buah Yoochun yang duduk mengapit tubuh mungilnya membuat gadis itu ketakutan. Namun Yoonhee tidak ingin memperlihatkan kelemahannya di hadapan laki-laki menyebalkan yang sedang tersenyum penuh arti padanya.

“YA!!! Jadi kau berniat menculikku HUH? Cepat turunkan aku sekarang atau aku akan menelpon polisi.”Yoonhee mengeluarkan ponselnya untuk mengancam Yoochun.

Bukannya ketakutan laki-laki itu justru tertawa keras mendengar ancaman Yoonhee.

“Menelpon polisi? Silahkan saja chagiya, aku yakin polisi itu tidak akan berani bertindak menghadapiku.” Ucap Yoochun dengan santai.

Yoonhee tampak kesal saat mengingat latar belakang keluarga Yoochun yang pasti akan membuat polisi tidak ingin berurusan dengan mereka.

Bagaimana bisa aku melawan namja dengan kekuasaan besar seperti dia? Batin Yoonhee frustasi.

Jangan menghina mereka seperti itu? Jika mereka tahu kau mengatai mereka aku yakin kau tidak akan pulang dengan selamat.

Tiba-tiba Yoonhee teringat dengan ucapan Youngju.

Bagaimana jika ucapan Youngju benar? Apa namja mesum ini akan membunuhku? Oh…Tuhan kenapa kematianku datang secepat ini? Kenapa aku harus mati tragis Tuhan? Aku belum ingin mati sekarang Tuhan, aku ingin merasakan hidup ini lebih lama lagi. Jebal Tuhan selamatkanlah hambamu. Doa Yoonhee.

Terdengar suara rem berdecit menandakan mereka sudah sampai tujuan. Salah satu anak buah Yoochun membukakan pintu. Segera Yoochun menarik tangan Yoonhee keluar.

“Selamat datang tuan muda.” Sapa para pelayan yang berbaris rapi menyambut mereka berdua.

Yoonhee tampak terbengong melihat penyambutan yang mirip dengan penyambutan untuk seorang pangeran dalam kerajaan.

Kajja.” Ajak Yoochun menarik tangan Yoonhee.

Mulut Yoonhee terbuka saat Yoochun menariknya memasuki ruangan besar yang dipenuhi dengan barang-barang mewah memiliki dua tangga di kedua sisi ruangan itu menambah kesan klasik dari rumah itu.

wpid-417282-1024wh.jpg

Yoonhee melihat dari balik jendela kaca besar ada banyak sekali pepohonan yang menjulang tinggi bagaikan hutan. Bagi Yoonhee pemandangan dari balik jendela itu bagaikan sebuah lukisan yang indah. Ini sama seperti rumah seorang pangeran yang sering dibacanya di komik-komik.

Yoochun masih menarik tangan Yoonhee menaiki salah satu tangga. Yoonhee yang masih terpesona dengan indahnya rumah milik Yoochun hanya menurut saja saat laki-laki itu menarik tangannya. Sesampainya di lantai dua, mereka disambut dengan ruang tamu yang di dominasi warna coklat maroon. Yoochun mendudukan Yoonhee di salah satu kursi bergaya eropa membuat gadis itu tersadar sedang berada di mana.

“Untuk apa kita ke sini?” Ucap Yoonhee memasang wajah kesalnya.

Yoochun tidak menjawab pertanyaan Yoonhee, dia hanya berjalan mendekati Yoonhee dengan tatapan tajamnya. Pikiran tentang niat laki-laki itu untuk membunuh Yoonhee kembali merasuki otak gadis itu.

“YA!!! Kau mau apa namja mesum?” Teriak Yoonhee ketakutan.

“Menurutmu?” Tanya Yoochun balik.

Karena takut Yoochun melakukan hal yang dipikirkan Yoonhee, gadis itupun menutup matanya dan melindungi kepalanya dengan kedua tangannya. Lama Yoonhee tak merasakan kesakitan seperti yang dibayangkannya namun gadis itu merasa ada benda berat yang menindih pahanya. Dibuka kedua matanya perlahan untuk mengintip keadaan.

“YA!!! Apa yang kaulakukan?” Teriak Yoonhee saat mendapati Yoochun sudah tidur diatas pangkuannya.

“Apa kau tidak bisa melihatnya? Tentu saja aku mau tidur. Sudah jangan berisik mengganggu saja.” Ucap Yoochun menutup kedua matanya.

“Kalau kau mau tidur kenapa tidak di kamarmu saja HUH?” Teriak Yoonhee sengaja mengganggu tidur Yoochun.

“Sudah kubilang jangan berisik atau kau tidak akan pernah bertemu kedua orangtuamu lagi.” Ancam Yoochun dengan masih menutup matanya.

Yoonheepun terdiam mendengar ancaman Yoochun. Yoonheepun kembali membayangkan bagaimana sadisnya Yoochun saat membunuhnya. Tak disangkanya hal itu justru semakin membuatnya ketakutan. Gadis itu berusaha memeras otaknya untuk mencari jalan keluar. Tiba-tiba dia teringat jendela besar yang ada di lantai satu. Senyum misteriuspun mengembang di wajah manisnya.

Dilihatnya laki-laki yang sedang tertidur pulas dipangkuannya. Dengan perlahan Yoonhee mengangkat kepala Yoochun yang sangat berat. Setelah berhasil berdiri gadis itu meletakkan kembali kepala Yoochun dengan sangat hati-hati. Nafas Yoonhee tercekat saat melihat Yoochun bergerak mencari posisi yang nyaman, namun gadis itu bisa bernafas lega karena Yoochun kembali tertidur.

Dengan berjingkat-jingkat, Yoonhee menuruni tangga menuju jendela tujuannya untuk berlari dari tempat yang indah sekaligus menyeramkan baginya. Yoonhee menggigit bibir bawahnya saat membuka kunci jendela itu. Setelah jendela itu terbuka, Yoonhee kembali melihat ke arah lantai dua berjaga-jaga jika laki-laki mesum itu terbangun. Namun sepertinya Yoochun tertidur sangat pulas membuat Yoonhee bisa tenang meninggalkan rumah itu.

Keluar dari jendela Yoonhee berlari memasuki tempat yang mirip hutan karena ditumbuhi pohon-pohon besar yang menjulang tinggi. Gadis itu terus berlari sampai merasakan lelah di bagian kakinya. Dengan bersandar pada pohon, Yoonhee berusaha mengatur nafasnya kembali.

“Siapa di sana?” Tiba-tiba terdengar suara laki-laki yang sedang melihat kearah Yoonhee.

Melihat baju hitam-hitam yang dipakai laki-laki itu, Yoonhee langsung berlari menjauhinya.

“YA!! Jangan lari kau.” Teriak laki-laki itu mengejar Yoonhee.

Tiba-tiba terdengar suara letusan bersamaan dengan itu Yoonhee merasakan seseorang mendorong tubuhnya membuat gadis itu terhindar dari timah panas itu.

“Ahh..” Terdengar suara rintihan membuat Yoonhee menoleh ke asal suara itu.

Ternyata suara rintihan itu berasal dari Yoochun yang jatuh tersungkur karena menyelamatkan nyawanya.

“Tt..ttuan muda…” Panggil laki-laki yang menembak itu terlihat ketakutan.

“YA!!!Apa kau sudah bosan hidup HUH? Apa maksudmu menembakkan pistol itu pada kekasihku?” Teriak Yoochun dengan wajah memerah karena marah.

Jjj…joseonghamnida saya tidak tahu jika agashi ini adalah kekasih tuan muda, saya pikir dia adalah penyusup.” Jelas laki-laki bertubuh besar itu.

Yoochun bangkit berdiri lalu menghampiri Yoonhee yang juga terjatuh. Diulurkan tangannya bermaksud membantu Yoonhee berdiri. Awalnya Yoonhee ragu menerima uluran tangan itu karena dia tahu pasti jika dia menerima uluran tangan itu, Yoochun tidak akan melepaskannya lagi. Namun melihat sekelilingnya yang hanya dipenuhi pepohonan tidak ada jalan keluar membuat gadis itu terpaksa menerima uluran tangan Yoochun. Setelah berhasil berdiri tiba-tiba Yoochun menggendong tubuh Yoonhee.

“YA!! Apa yang kaulakukan? Turunkan aku. Aku bisa berjalan sendiri.” Ucap Yoonhee meronta-ronta.

“Diamlah atau kau akan jatuh. Aku tidak akan membiarkanmu lari lagi dariku. Apa kau tidak takut dengan ancamanku tadi eoh?” Yoochun tampak kesal mengetahui Yoonhee kabur darinya.

“Karena ancamanmu itu yang membuatku kabur pabo.”Jawab Yoonhee mengerucutkan bibirnya membuat Yoochun tak tahan untuk tertawa.

*   *   *   *   *

Shirreo!!! Bukankah kau sering berkelahi jadi bagimu itu pasti hanya luka kecil, jadi untuk apa aku harus mengobatimu.” Tolak Yoonhee saat laki-laki mesum itu dengan manjanya mmintaku mengobati luka kecil yang ada di pipinya.

“Bukankah aku terluka karena sudah menyelamatkan nyawamu dari peluru itu?” Rengek Yoochun.

Yoonhee merasa ucapan Yoochun ada benarnya, karena menyelamatkan dirinya laki-laki itu jadi terluka. Gadis itu menghela nafas berat sebelum mengambil alkohol dan menuangkan sedikit cairan bening itu ke kapas.

“Aahhh…..Tidak bisakah kau pelan sedikit? Appo.” Teriak Yoochun saat aku menempelkan kapas itu ke luka di lututnya.

“Ini kan hanya luka kecil bagimu jadi jangan cengeng seperti ini.” Yoonhee kembali melanjutkan menjadi seorang dokter yang sedang mengobati pasiennya.

Setelah menempelkan plester di luka Yoochun, Yoonhee langsung membersihkan peralatan kedokteran itu. Yoonhee melirik laki-laki di sebelahku yang sedari tadi sedang melihatnya tanpa berkedip.

Wae? Kenapa dari tadi memandangku seperti itu? Apa ada yang aneh dengan wajahku?” Tanyaku Yoonhee.

Belum juga Yoochun menjawab, tiba-tiba ponsel Yoonhee yang berada di dalam tas berbunyi. Segera gadis itu mengambil ponselnya. Dengan susah payah Yoonhee menelan ludahnya saat membaca nama ‘appa’ di layar ponsel itu.

“Ne, Appa?” Sapa Yoonhee sedikit takut.

“YA!!! Anak nakal kau di mana HUH? Appa sudah menunggumu sejak satu jam yang lalu, kau mau kabur?” Teriak ayah marah sampai membuat Yoonhee harus menjauhkan ponsel itu dari telinganya.

“Ani Oppa aku…”

“Appa ingin kau pulang sekarang juga arrasseo!!” Potong ayah.

“Ne.”

Meskipun ayah sudah mematikan kontak itu namun Yoonhee masih saja melihat layar ponselnya yang berisi foto dirinya bersama kedua orangtuanya. Karena sibuk memikirkan alasan apa yang harus gadis itu katakan pada ayahnya, membuat dia tak menyadari laki-laki mesum itu sudah berdiri di hadapannya dan menarik tangan gadis itu.

“YA!! Kita mau ke mana? Aku harus pulang apa kau tidak dengar suara appaku tadi?” Teriak Yoonhee mencoba menghentikan langkah Yoochun.

“Ne.” Ucap Yoochun singkat membuat gadis itu tak mengerti apa maksudnya.

Saat memasuki parkiran Yoonhee dibuatnya terbengong lagi saat melihat banyak sekali mobil mewah yang ada di parkiran itu, dari Jaguar, BMW, Ferrari, dan entah apa lagi merk yang ada di sini. Yoochun menarik Yoonhee ke salah satu mobil ferrari merahnya dengan cap terbuka.

wpid-2009-ferrari-california-production-18.jpeg

*   *   *   *   *

Sepanjang perjalanan Yoonhee hanya sibuk dengan pikirannya meskipun matanya tertuju ke arah luar jendela. Sedangkan Yoochun sesekali mencuri pandang ke arah gadis di sebelahnya sambil tersenyum sendiri. Tak lama mobil ferrari itu berhenti di depan sebuah rumah sederhana milik keluarga Yoonhee. Yoochun menoleh ke samping dan kembali mengembangkan senyumnya melihat Yoonhee yang belum menyadari jika mereka sudah sampai di depan rumahnya. Tiba-tiba senyum Yoochun berubah menjadi senyum evil.

Didekatkannya wajah laki-laki itu ke arah Yoonhee. Semakin dekat, semakin mendekat namun tetap saja Yoonhee tidak menyadari gerakan laki-laki di sebelahnya. Namun saat jarak wajah Yoochun tinggal beberapa centi,Yoonhee terlonjak kaget.

“YA!!!Kau mau apa huh? Dasar namja mesum.” Teriak Yoonhee lalu beranjak keluar tanpa mengucapkan terimakasih gadis itu langsung berjalan memasuki rumahnya meninggalkan Yoochun yang masih tersenyum senang karena sudah berhasil mengerjai kekasihnya, lebih tepatnya kekasih paksaannya.

Yoonhee menekan bel pintu rumahnya dan tak lama kemudian seorang namja berumur tigapulahan keluar dari balik pintu.

“Darimana saja kau Yoonhee-ya? Bukankah appa selalu bilang untuk meminta ijin dulu sebelum pergi.” Ucap ayah Yoonhee dengan nada serius membuat Yoonhee menunduk takut.

Mianhae appa, tadi aku….”

Annyeonghasseyo tuan Song.” Sapa seseorang dibelakang Yoonhee.

Yoonhee yang mengenal pemilik suara itu langsung berbalik dan melotot tajam ke arah Yoochun.

Nuguseyo?” Tanya appa Yoonhee dingin.

“Perkenalkan nama saya Park Yoochun, saya adalah kekasih Yoonhee.” Yoochun membungkuk untuk memberi salam pada ayah Yoonhee.

“YA!!! Jangan sembarangan mengaku menjadi kekasihku.” Yoonhee semakin menatap tajam pada Yoochun yang hanya dibalas senyum lebarnya.

Jinja? Secepat itu Yoonhee memiliki kekasih? Ommo ini adalah berita baik. Akhirnya Yoonhee memiliki kekasih juga.”

Raut wajah ayah Yoonhee berubah senang mendengar anaknya memiliki kekasih karena selama ini putri semata wayangnya itu tidak menunjukkan tanda-tanda memiliki kekasih membuat tuan Song khawatir jika Yoonhee menyukai sesama jenis.

“YA!! Appa kenapa kau sesenang itu?” Tanya Yoonhee yang masih kesal.

“Tentu saja appa senang akhirnya kau mengenalkan kekasihmu pada appa.” Jawab appa Yoonhee dengan wajah sumringahnya.

“Appa namja ini bukan kekasihku.” Yoonhee semakin kesal melihat ayahnya justru mendukung laki-laki mesum ini.

“Aiisshhh…Yoonhee-ya jika kau seperti itu kau bisa menyakiti perasaan kekasihmu.” Nasihat ayah Yoonhee membuat gadis itu memanyunkan bibirnya.

Yoochun tertawa melihat tingkah Yoonhee seperti anak kecil.

Gwaenchana ahjushi, Yoonchan memang yeoja yang pemalu padahal saat bersamaku tadi dia tidak seperti ini.” Mendengar ucapan Yoochun , bibir Yoonhee semakin maju seperti hidung pinokio.

“Yoonchan? Ommo ternyata kalian sudah akrab sekali sampai memiliki panggilan kesayangan. Ya sudah kajja Yoochun-ah masuklah aku akan memperkenalkanmu pada eommanya Yoonhee.” Tuan Song menarik Yoochun untuk masuk tanpa memperdulikan wajah Yoonhee yang sudah dilipat-lipat.

Reaksi nyonya Song justru lebih heboh dari tuan Song, wanita berambut panjang sebahu itu langsung memeluk Yoochun setelah mengetahui laki-laki itu adalah kekasih Yoonhee. Tanpa memperdulikan tingkah kedua orangtuanya, Yoonhee langsung duduk di meja makan. Melihat makanan buatan eommanya yang sudah tertata rapi di meja membuat cacing-cacing di perut Yoonhee bernyanyi dengan nyaringnya.

“Apa kau sudah makan Yoochun-ah?” Tanya nyonya Song.

Mendengar pertanyaan itu, Yoonhee dapat menebak jika ibunya pasti akan mengajak laki-laki mesum itu makan bersama.

Ani ahjuma.” Jawab Yoochun dengan sopan.

Yoonhee menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Yoochun yang berbeda dari yang tadi.

“Kalau begitu bagaimana kalau kau makan bersama kami?” Yoonhee menghela nafasnya.

Seperti dugaannya ibunya pasti mengajak Yoochun makan bersama. Akhirnya tanpa bisa ditenang lagi, Yoochunpun duduk di samping Yoonhee dan makan bersama keluarga Song.

“Bagaimana bisa kau menyukai putriku yang jelek ini Yoochun-ah?” Tanya ayah di sela makan.

“Appa, sebenarnya aku ini anak appa bukan sih? Kenapa appa menjelek-jelekkanku di depan orang lain?” Kesal Yoonhee.

“Menurutku Yoonchan bukanlah yeoja yang jelek ahjushi, justru dia adalah yeoja yang manis.” Mendengar pujian dari Yoochun, kedua pipi Yoonhee langsung memerah karena malu. Karena ini pertama kalinya dia di puji oleh seorang laki-laki.

“Namun sebenarnya bukan wajahnya yang membuatku menyukainya, tapi keberaniannya saat berhadapan denganku membuatku semakin tertarik.” Yoochun menatap Yoonhee dengan lembut membuat gadis itu salah tingkah.

Ommo….So sweet.” Ucap ibu Yonhee senang.

“Kalau begitu sekarang aku akan menyakan hal yang selalu ditanyakan seorang appa pada kekasih anaknya. Apa pekerjaan ayahmu?” Jantung Yoonhee seolah berhenti mendengar pertanyaan ayahnya.

Namun berbeda dengan Yoonhee, Yoochun justru terlihat santai dan tersenyum mendengar pertanyaan itu.

“Appaku memiliki sebuah perusahan mobil di Jepang.” Jawab Yoochun dengan santai.

Gojitmal.” Satu ucapan itu bisa membuat Yoonhee menjadi pusat perhatian di meja makan.

“Apa maksudmu Yoonhee-ya?” Tanya ibunya.

Ani. Aku sudah kenyang.” Ucap Yoonhee meninggalkan meja makan menuju kamarnya.

*   *   *   *   *

“Yoonhee-ah… Ommo ternyata kau masih selamat?” Tanya Youngju saat memasuki kelas.

“Tentu saja kaupikir aku sudah mati?”

Ani kupikir terjadi hal buruk padamu, bukankah kau bilang kau sudah menampar Yoochun sunbeinim?”Youngju meneliti tubuh Yoonhee takut jika ada yang kurang pada tubuh temannya itu.

Morning Chagi.” Sebelum Yoonhee sempat menjawab pertanyaan Youngju, tiba-tiba sebuah suara yang selalu mengganggunya sejak kemarin kembali muncul.

“YA!! Sudah kubilang jangan memanggilku dengan sebutan menjijikan seperti itu.” Yoonhee melotot tajam pada Yoochun yang masuk bersama dua temannya.

“Katamu kau sudah jadian dengan yeoja ini hyung? Tapi kenapa sepertinya yeoja ini sangat jijik padamu?”Tanya namja berkaki panjang itu.

“Diam kau Changmin-ah.” Sekarang giliran Yoochun yang melotot tajam pada laki-laki yang sudah dianggapnya adik itu.

“Sepulang sekolah tunggu aku di kelas aku akan menjemputmu.” Yoochun hendak berbalik meninggalkan kelas tu, namun langkahnya terhenti saat mendengar teriakan Yoonhee.

SHIRREOO….Aku tidak mau menunggumu, kau pulang saja sendiri.”

Yoochun berbalik dan mendekati Yoonhee. Dengan susah payah gadis itu menelan ludahnya sendiri saat melihat Yooochun mendekatkan wajahnya padanya.

“Terserah kau mau pergi kemana atau bersembunyi dimanapun aku pasti akan menemukanku chagiya.”

Seringai jahil muncul menghiasi wajah Yoochun membuat gadis itu merinding melihatnya. Dilihatnya Yoochun bersama kedua temannya langsung menghilang dari kelas itu. Awalnya Yoonhee masih terpaku mendengar ancaman Yoochun namun saat dia merasakan tatapan dari seluruh penghuni kelas yang ditujukan padanya membuat gadis itu sadar.

“Kkk..Kau dan Yoochun sunbeinim berpacaran Yoonhee-ya?” Tanya Youngju tak percaya.

Aniyo, namja itu yang seenaknya mengaku sebagai kekasihku. Jangan kau percaya padanya dia adalah pembohong yang terhebat, bahkan dia membohongi appa dan eommaku.” Jelas Yoonhee mebggebu-gebu.

“Apa maksudmu?” Tanya Youngju.

Yoonhee melihat sekeliling kelas ternyata semua orang sudah kembali menjalankan kegiatan mereka masing-masing.

“Namja itu mengaku appanya adalah seorang pengusaha mobil namun untung kau memberitahuku terlebih dahulu jadi aku tidak mudah tertipu dengan ucapannya.” Ucap Yoonhee mengingat kejadian kemarin.

“Namun Yoochun sunbeinim tidak berbohong.” Ucap Youngju membuat Yoonhee menatapnya tak percaya.

“Maksudmu ucapan namja mesum itu benar Sunbeinim? Bukankah kau bilang appa namja mesum itu ada Yakuza?” Tanya Yoonhee bingung.

“Ne. Appa Yoochun sunbeinim memang seorang yakuza tapi di balik itu appanya juga mendirikan sebuah perusahaan pembuat mobil.”

Yoonhee mengingat saat berada di garasi di rumah laki-laki mesum itu. Tak heran Yoochun memiliki banyak sekali mobil mewah di garasinya.

“Pantas saja aku melihat banyak mobil mewah di rumahnya.” Gumam Yoonhee.

“Kau kerumah Yoochun Sunbeinim?” Kaget Youngju.

“Ne. Lebih tepatnya aku diculik ke sana.”

“OMMO….”

Yoonhee menoleh mendengar reaksi Youngju yang berlebihan.

Waeyo?”

“Sepertinya kau memiliki arti yang spesial untuk Yoochun sunbeinim Yoknhee-ah.”

“Mengapa kau berkata seperti itu Youngju-ah?”

“Karena kau adalah yeoja pertama yang menginjakkan kaki di rumah Yoochun sunbeinim.”

“Benarkah?”

Youngju mengangguk.

“Jadi bagaimana rumahnya? Apakah besar?”

“Ne. Besar dan mewah?”

Youngju melayangkan tatapan tak percaya.

“Ne.. Ne.. Sangat mewah. Dan aku melihat banyak mobil-mobil kelas atas di garasi mobilnya.”

“Ommo… Beruntung sekali kau Yoonhee-ah.”

Yoonhee memutar bola matanya malas.

“Beruntung bagaimana. Aku bahkan merasa sangat sengsara dengan dengan namja yang seperti hantu terus muncul di hadapanku.”

Youngju hanya terkekeh geli mendengar kekesalan Yoonhee.

*   *   *   *   *

“Aishh…Bagaimana bisa sakit perut di waktu pelajaran seperti ini? Benar-benar menyusahkan.” Gerutu Yoonhee yang sedang berjalan menuju kamar mandi.

Namun belum mencapai pintu kamar mandi tiba-tiba bahu Yoonhee di tarik dan dihempaskan ke tembok dengan kasar membuat gadis itu meringis kesakitan.

“Jadi kau yang bernama Yoonhee?” Tanya seorang gadis yang diikuti dua anak buahnya di belakang.

“Ciiihh….Kupikir kau yeoja yang cantik melebihiku, tapi ternyata kau seperti si buruk rupa. Bagaimana bisa Yoochun Oppa menyukai yeoja seperti ini.”Ucap

“YA!! Jangan sembarangan menghinaku, menurutku yang lebih pantas disebut buruk rupa adalah kau dengan dandananmu yang sangat menor itu.” Hina Yoonhee balik.

Wajah gadis bernama Yuri itu tampak memerah menahan amarahnya. Tangan Yuri terangkat hendak menampar Yoonhee. Yoonhee yang tak bisa lari kemana-mana hanya bisa menutup mata menerima rasa sakit yang akan di rasakannya saat tangan Yuri menempel dengan kasarnya di pipinya.

“Hentikan Yuri-ya!!!” Ucap seseorang menghentikan aksi gila Yuri.

Yoonhee membuka matanya dan melihat ke asal suara yang ternyata adalah milik seorang laki-laki yang sudah menolong Yoonhee saat gadis itu jatuh gara-gara Yoochun.

“Yunho Oppa.” Yuri menatap Yunho sedikit ketakutan.

“Apa kau sadar apa yang sudah kaulakukan Yuri-ya? Apa kau tahu jika Yoochun melihat ini aku yakin dia pasti tidak akan memaafkanmu.” Ancam Yunho membuat gadis berambut hitam panjang itu menatapnya ketakutan.

Mmmmiii…Mianhae Oppa, jebal kau jangan bilang hal ini pada Yoochun Oppa.” Ucap Yuri ketakutan.

“Baiklah. Tapi sebaiknya kau pergi sekarang.”

“Ne.” Yuri langsung berlalu pergi diikuti kedua anak buahnya.

Yunho mendekati Yoonhee tanpa melepaskan pandangannya dari gadis itu.

Gwaenchanayo?” Tanya Yunho saat jarak mereka sudah dekat.

“Ne, gamsahamnida sudah menolongku.” Yoonhee membungkukkan badannya untuk berterimakasih.

“Kenapa kau tidak berteriak minta tolong pada namjachingumu itu?” Tanya Yunho membuat Yoonhee melotot kaget.

“Meminta tolong pada namja mesum itu? SHIRREO….Bisa besar kepala dia nanti.”

Mendengar Yoonhee menyebut Yoochun dengan sebutan ‘namja mesum’ membuat Yunho tak mampu menahan tawanya.

wpid-tumblr_mitsfqzt5i1qcdrtdo2_500.gif

Wae? Kenapa kau tertawa seperti itu?” Tanya Yoonhee dengan wajah polosnya.

Ani, aku hanya merasa sebutan itu sangat lucu, baru kali ini kudengar seorang yeoja mengina si pangeran jidat lebar itu.” Ucap Yunho menghentikan tawanya.

“Memang belum pernah ada yang menghinanya?” Tanya Yoonhee kembali.

“Belum, kau adalah yeoja pertama yang menghinanya karena biasanya seorang yeoja yang tahu siapa dia akan mengejar-ngejarnya.”

“Ciihh….Aku rasa yeoja-yeoja itu punya kelainan mata, bagaimana bisa mengejar namja mesum seperti dia kurang kerjaan saja.”Hina Yoonhee.

“Pantas saja si pangeran jidat lebar itu menyukaimu.” Ucap Yunho lirih.

Nde?”

Ani. Aku pergi dulu.”

Yunho mengacak-acak lembut rambut Yoonhee lalu meninggalkan gadi yang masih terbengong dengan tindakan Yunho. Yoonhee masih saja melihat punggung lebar Yunho yang berjalan menjauhinya. Kedua pipi yeoja itu bersemu merah dan senyuman lebar mengembang di wajah manisnya. Setelah Yunho sudah menghilang dari pandangannya gadis itu kembali pada tujuan awalnya yaitu kamar mandi.

~~~TBC~~~

Advertisements

9 Comments Add yours

  1. maaf kak,baru bisa baca duh lanjut dong kak…
    fighting, aku selalu suka baca disini pas pertama kali baca love&revenge..
    jangan lama2 ya kak.

    1. chunniest says:

      Km baca Love & Revenge juga? Gomawo

  2. iya kak aku baca di web lainnya jujur kak aku suka banget cerita yg kakak bikin
    apalagi di love&revenge kata2 romantisnya duhh…
    jangan lama2 ya kak aku tunggu gomawo sebelumnya.

    1. chunniest says:

      Untuk love & Revenge nya mungkin besok senin. Q usahakan secepatnya.

  3. wah makasih kak, happy ending kan??.. semoga bae.. hehe
    berharap.

    1. chunniest says:

      Liat ja ya besok.

  4. Maaf kak, ini nggak dilanjuttin? Aku kepo banget loh ㅋㅋㅋㅋ 😂 jalan ceritanya gimana…

    1. chunniest says:

      Dilanjut kok tapi mungkin bulan besok chingu. Soalnya liburan ini q ga sa posting ff.

  5. Okey.. kak
    Aku pikir nggak dilanjutin 😂 aku kepo jadinya…ㅋㅋㅋㅋㅋ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s